Jumat, 26 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



1 Jam Diguyur Hujan, Banjir Bandang Rendam 2 Kecematan Kabgor

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 29 Mei 2017 | 10:20 WITA Tag: ,
  


hargo.co.id, Gorontalo – Saat masyarakat di tempat lain sedang sibuk mempersiapkan buka puasa pada hari kedua Ramadan kemarin (28/5), hal berbeda justru dialami oleh warga di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo yaitu Kecamatan Limboto dan Limboto Barat.

Akibat terjangan banjir bandang yang melanda dua kecamatan itu sekitar pukul 16.00 wita, warga di dua wilayah itu harus sibuk mengamankan perabotan rumah tangga karena ratusan rumah tergenang banjir.

Banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut lebih dari satu jam. Sehingga menyebabkan debit air sungai Marisa meningkat tajam hingga meluap hingga ke pemukiman warga dengan ketinggian air bervariasi dari setengah hingga satu meter.

BACA  Azis Syamsuddin Sebut Gorontalo Butuh Perhatian Khusus

Pantauan Gorontalo Post(Grup hargo.co.id) , warga yang ada di kecamatan itu kemarin sore sibuk menyelamatkan barang-barang rumah tangga agar tidak terendam banjir. Bahkan saat menjelang buka puasa, para ibu rumah tangga masih terlihat berjibaku dengan banjir yang masuk hingga ke rumah mereka.

BACA  Peringati HPN, Wartawan dan Polisi di Gorontalo Menyapa Pemulung

Banjir cukup parah terjadi di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto. Di wilayah ini, banjir sampai menutupi ruas jalan hinga setinggi lutut orang dewasa. Sehingga, arus lalu lintas sempat terganggu.

Sampai pukul 17.30 wita air tak kunjung surut. Sehingga warga tak bisa beraktifitas di rumah mereka karena ketinggian air di rumah warga mencapai pinggang orang dewasa.
Wirda Ahmad (40), warga setempat mengaku sangat sedih dengan musibah banjir yang menerjang di awal-awal ramadhan ini. “Memang disini rawan banjir tapi nanti ini parah skali bagini pak,” ujarnya.

BACA  Gubernur Gorontalo Minta Mars Korpri Wajib Diputar di Radio

Wirda mengaku hingga sore hari ini belum ada penanganan dari pemerintah maupun pihak terkait dengan bencana ini.

“Belum ada pemerintah yang datang kamari pak, cuman torang pe harapan ini masalah banjir yang sering terjadi ini tolong dipikirkan solusinya,” keluhnya. Kawasan ini memang langganan banjir, saban hujan deras pasti air meluap dan menghantam pemukiman warga. (tr-55/hg)


Komentar