Senin, 24 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



1 Truk Roti Sitaan Diuji ke BPOM

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 14 Januari 2017 | 15:03 PM Tag: , , , ,
  

MARISA Hargo.co.id – Hasil sitaan 1 truk roti yang berhasil disita oleh petugas Satlas Polres Pohuwato telah diserahkan ke pihak Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pohuwato. Selanjutnya, roti bermerek Maros itu akan dilakukan pengujian ke Badan POM Provinsi Gorontalo.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pohuwato Irfan Lalu mengatakan, uji BPOM ini diperlukan untuk mengetahui apakah roti tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak.

“Untuk sementara 4.000 pak roti itu masih diamankan di Diskopperindak. Beberapa sampel telah kita bawa ke BPOM untuk diselidiki terlebih dahulu,” kata Irfan. Ditanyakan kapan ada hasilnya? Irfan mengaku masih menunggu konfirmasi terlebih dahulu dari BPOM. “Yang pasti, diupayakan secepatnya ada hasil dari BPOM, sehingga dapat ditindaklanjuti lagi penyelidikannya,” jelasnya.

Menurut Irfan, pada prinsipnya, perdagangan roti produk wong cilik itu sudah melanggar aturan tentang konsumen. Dimana persyaratan kemasan tidak memenuh syarat, terutama tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa, dan label halal MUI.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Satu truk yang mengangkut roti siap edar ditahan Satlntas Polres Pohuwato, Kamis (12/1). Alasan penahanan karena roti bermerek Maros tersebut tidak memiliki dokumen penjualan, label halal dan tanggal kedaluarsa.

Kapolres Pohuwato, AKBP Agus Sutrisno SIK melalui Kasat Narkoba AKP Ronny Burungudju menyatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan kini barang bukti beserta supir telah diserahkan kepada pihak Diskopperindag untuk ditindaklanjuti. “Karena ini menyangkut persoalan perdagangan, maka kami serahkan ke instansi terkait (Diskopperindag) untuk diperiksa terlebih dahulu. Nanti dari hasil pemeriksaan tersebut, baru akan ditindaklanjuti lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Kopperindag Yusuf Poluli melalui Kabid Perdagangan Irfan Lalu menyatakan, pihaknya sudah menerima barang berupa roti dan kini masih dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. “Hasil pemeriksaan sementara kami yaitu, tidak ada izin perdagangan untuk roti tersebut di daerah Pohuwato serta tidak ada label tanggal kadaluarsa.

Bahkan tulisan halal tidak ada logo dari MUI. Oleh karena itu, hal ini masih akan kami telusuri serta seriusi terlebih dahulu,” katanya. Dari hasil interogasi pula, roti asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu sudah masuk dan beredar di Gorontalo sebanyak 2 kali. Tujuan utamanya adalah Pohuwato dan Boalemo. (tr-48/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar