Senin, 23 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



10 Tip – Ketika Terhubung dengan Jaringan WiFi

Oleh Berita Hargo , dalam Headline News Ragam , pada Minggu, 3 September 2017 | 03:59 WITA Tag: , , ,
  Ilustrasi (foto: rahbad.blogspot.co.id)


JARINGAN WiFi memang sangat menakjubkan, tidak ada keraguan. Tapi jaringan WiFi di tempat umum menyembunyikan banyak bahaya, bahkan termasuk resiko kehilangan semua dana di rekening bank kita.[quads id=1]

Artikel ini berisi beberapa tip dasar untuk memastikan, bahwa kita tidak akan menjadi korban penipuan saat menggunakan jaringan wifi di tempat umum.

Jangan gunakan Internet Banking atau memasukkan Informasi kartu bank Anda

Satu-satunya cara yang sangat mudah untuk melindungi diri dari pencurian data, adalah dengan menggunakan lalu-lintas seluler untuk melakukan pembelian online atau transaksi perbankan via internet. Mengeluarkan biaya untuk beberapa megabyte adalah harga yang wajar demi keamanan akun kita.

Matikan Wi-Fi jika tidak menggunakan koneksi Internet

Dengan mematikan koneksi Wi-Fi, berarti kita menyelesaikan tiga masalah sekaligus: pemborosan baterai dengan cepat, aktifitas koneksi otomatis ke jaringan wifi tidak benar/jahat, dan iklan yang mengganggu dalam email. Sebagai proteksi tambahan melawan masalah ke-3 di atas, tambahkan ekstensi yang disebut DoNotTrackMe ke browser – aplikasi ini tidak akan membiarkan perangkat melacak gerakan kita.

Senantiasa terhubung dengan menggunakan VPN

VPN, atau Virtual Private Network, memungkinkan kita untuk tetap anonim saat online: situs web yang kita masukkan akan melihat IP jaringan virtual, bukan milik kita. Sebagian besar dari jaringan VPN tersebut berbayar, dan biasanya memperlambat koneksi (kecuali kita menggunakan versi premium/berbayar). Meski demikian, harganya masih terjangkau, dan banyak terdapat penyedia VPN yang memberikan layanan secara gratis. Hotspot Shield VPN adalah salah satu contoh dari sekian banyak aplikasi VPN yang dapat dipasang di browser kita.

BACA  Dua Putra Gorontalo Bakal Bersua di Muktamar PPP

Jangan biarkan perangkat anda ‘Mengingat Jaringan Wifi’

Sebagian besar perangkat akan secara otomatis mengingat dan terhubung ke hotspot yang mereka gunakan sebelumnya. Para penipu bisa menciptakan jalur akses sendiri dengan nama yang sama, dengan demikian mereka akan dengan mudah mendapatkan akses ke data profil kita, atau bahkan – dengan keahlian tertentu – mendapatkan informasi keuangan kita.

Perhatikan dengan seksama nama jaringan wifi

Para peretas atau Hacker, sering menggunakan jaringan dengan nama yang mirip dengan yang ada di sekitarnya. Satu-satunya yang membedakan adalah bahwa hotspot asli memerlukan otorisasi/kata sandi, sementara yang palsu bebas digunakan. Jadi, sebelum terhubung ke jaringan wifi gratis, tanyakan pemiliknya nama jaringan yang sebenarnya.[quads id=2]

BACA  Ini Seruan Nasir Giasi Terhadap Pendukung Pasangan SMS

Pasang Antivirus Terbaik

Selalu gunakan antivirus terbaik dengan database yang senantiasa diperbarui. Sebagian antivirus memiliki kemampuan memberikan informasi kemungkinan koneksi hotspot palsu. Penulis hingga saat ini menggunakan antivirus Kaspersky Total Security dengan database yang diperbarui setiap harinya.

Pilih jaringan dengan otentikasi dua-tahap

Ingat! Jaringan yang tidak memerlukan kata sandi sama sekali, bisa jadi adalah jebakan untuk menipu. Agar tetap aman, pilih hotspot (jaringan wifi) yang mengharuskan kita memasukkan kode atau kata sandi, lebih baik lagi jika kode/kata sandi dikirim sebagai pesan teks ke telepon seluler kita. Metode ini, akan melindungi kita dari para penipu yang menduplikasi nama jaringan wifi atau hotspot.

Jaga password agar terenkripsi

Meskipun kita tahu, bahwa seharusnya kita tidak menuliskan kata sandi di perangkat (dengan mencatat dan menyimpannya dalam file teks sederhana, misalnya ‘notepad’, menyimpannya dalam email, dan sebagainya), tak bisa dipungkiri masih banyak yang melakukan hal itu. Kecerobohan semacam ini nampak sepele, namun membuat para hacker lebih mudah mendapatkan akses ke data penting kita. Jika masih ingin mencatat dan menyimpan kata sandi di perangkat, setidaknya kita menggunakan aplikasi Password Manager atau aplikasi sejenis yang dilengkapi fitur enkripsi, sehingga informasi didalamnya tidak mudah terbaca.

BACA  Simak Kisah Dua Orang yang Sembuh dari Covid-19 di Gorontalo

Cek selalu URL situs yang dituju

Meskipun mungkin, kita telah menerapkan 8 Tip di atas, ada baiknya demi keamanan, senantiasa kita memperhatikan URL situs yang dituju. Jaringan palsu maupun asli, mungkin juga mengalihkan kita ke situs terkenal. Jika kita melihat karakter aneh di URL situs web yang biasa kita tuju, kemungkinan besar situs tersebut tidak asli. Perhatikan! Google.com dan ɢoogle.com tidaklah sama (nampakkah perbedaannya?). Pastikan untuk selalu menggunakan browser yang aman dan handal, sebab browser yang aman dan handal memiliki fitur pendeteksi masalah ini.

Senantiasa gunakan koneksi yang aman

Sambungan yang aman mudah dikenali: URL dimulai dengan https:// bukan http:// biasa. Beberapa situs, seperti Google, selalu menggunakan koneksi yang aman untuk lalu-lintas data. Jika anda ingin, semua situs web aman, pertimbangkan untuk memasang aplikasi ekstensi seperti HTTPS Everywhere, yang sudah tersedia untuk berbagai jenis browser terkenal.[quads id=3] (rahbad/hg)


Komentar