Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



117 Warga Gorontalo Pakai Senpi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 24 Februari 2017 | 21:28 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Warga sipil yang menggunakan Senjata Api (Senpi) di Gorontalo ternyata jumlahnya tidak sedikit. Saat ini Senpi yang beredar di kalangan masyarakat umum tersebut sudah mencapai 117 pucuk.

Data di yang dihimpun dari Polda Gorontalo, dari 117 pucuk senjata api yang berada di tangan warga sipil Gorontalo, 75 pucuk diantaranya merupakan senjata api laras panjang yang digunakan untuk olahraga atau berburu di hutan.

Para pemilik senjata api ini, umumnya merupakan kalangan pengusaha, yang sering melakukan perburuan di dalam hutan. Sisannya 42 pucuk merupakan senjata api laras pendek yang digunakan untuk keamanan diri.

Selain itu, terdapat pula sejumlah dinas maupun instansi swasta yang juga memiliki senjata api yang dikategorikan senjata api organik. Diantaranya, Dinas Kehutanan, Kehakiman (Lapas), Bank BNI 46, Bank Mandiri, Bea Cukai, BNN Provinsi Gorontalo, KPLP Tilamuta, dan Satpol PP Kabupaten Gorontalo.

BACA  Objek Wisata Lombongo Dikembangkan Jadi Kawasan Agroeduwisata

Keseluruhan senjata api itu dinyatakan legal dan memiliki ijin resmi yang sudah dilaporkan ke Mapolda Gorontalo.

Untuk senjata api laras panjang yang beredar di masyarakat sipil, terbagi atas beberapa jenis, yaitu, Bruno, Box, Winchester, Remington, Skeepman. Sedangkan senjata api laras pendek jenis terdiri dari FN dan Revolver.

Sementara itu senjata api yang dimilki oleh anggota POlda Gorontalo yang memiliki ijin resmi berjumlah 57 pucuk. Senjata api tersebut terbagi di sejumlah bidang yang ada di Polda Gorontalo.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Gorontalo, AKBP Ary Donny Setiawan, SIK ketika dikonfirmasi mengatakan, keseluruhan senjata api yang beredar di kalangan sipil maupun di kepolisian saat ini sudah terdata di Polda Gorontalo dan dinyatakan resmi atau legal.

BACA  Wagub Ajak Masyarakat Gorontalo Kuatkan Peran Keluarga

Sedangkan untuk senjata api yang dimiliki oleh warga tanpa adanya ijin dan pelaporan ke Polda Gorontalo dinyatakan illegal.

“Selain milik TNI dan POLRI tentu harus dilaporkan, karena sesuai dengan UU darurat No 12 tahun 1951 kepemilikan senjata api tanpa ijin termasuk melanggar pidana yang dapat dijerat dengan UU darurat,”tegasnya.

Bahkan, menurut AKBP Ary Donny, sanksi yang didapatkan oleh warga yang tidak mengantongi ijin tapi menyimpan senjata api cukup berat, hingga 20 tahun penjara. Hanya saja Ary Dony tidak menjelaskan secara rinci apa saja persyaratan yang harus dimiliki baik oleh warga sipil untuk mendapatkan senpi tersebut. Selain itu tidak dijelaskan pula berapa biaya yang harus dikeluarkan pemilik senpi tersebut untuk perpanjangan ijin penggunaan senpi.

BACA  Gubernur Gorontalo Respon Baik 'Curhatan' Pokja Pengadaan Barang dan Jasa

“Bagi masyarakat yang memiliki senjata api ilegal agar segera menyerahkannya ke pihak kepolisian,” pungkasnya.

Secara umum kepemilikan senjata api harus memenuhi lima persyaratan utama yakni, Pemohon ijin kepemilikan senjata api harus memenuhi syarat medis dan psikologis tertentu.

Secara medis pemohon harus sehat jasmani, tidak cacat fisik yang dapat mengurangi keterampilan membawa dan menggunakan senjata api dan berpenglihatan normal. Pemohon haruslah orang yang tidak cepat gugup dan panik, tidak emosional dan tidak cepat marah.

Laman: 1 2


Komentar