Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



12 Perempuan Jadi Korban Kekerasan Seksual, Gatot: Kami Akan Kejar GSB

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Senin, 20 November 2017 | 15:00 WITA Tag: , , ,
  Panglima TNI Gatot Nurmantyo berfoto bersama Kapolda Papua tak juah dari lokasi operasi pembebasan sandera di Mimika, Papua. (istimewa)


Hargo.co.id  – Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mengatakan, pasukannya akan terus melakukan pengejaran kepada kelompok gerakan separatis setelah proses evakuasi masyarkat sipil yang menjadi korban penyanderaan Gerakan Separatis Papua (GSB) di Papua selesai.

“Pengejaran akan tetep dilakukan, tetapi saat ini tugas pasukan saya membebaskan sandera dan mengamanakan tempat ini,” kata Gatot usai memberikan penghargaan kepada 58 prajurit TNI yang berhasil membebaskan sandera di Tembagapura Mimika Papua, Minggu (19/11).

BACA JUGA : Naik Pangkat Istimewa Usai Bebaskan Sandera

“Jangan cepat-cepat pulang. Belum selesai tugasnya, jangan terlena. Jangan ada lagi korban-korban,” tegasnya.

Dijelaskan Gatot, penyanderaan oleh GSB ini bukan disekat dalam satu ruangan, tapi dalam satu lokasi. Dimana, mereka tidak boleh beribadah, dilarang bergerak kemana-mana, termasuk tidak diizinkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

BACA  Media Bertanya, Doni Monardo: Puluhan Juta Orang Tak Percaya Covid-19

“Masyarakat disini jelas sangat terintimdisasi, 12 wanita mengalami kekerasan seksual, kemudian 107,5 juta rupiah di rampas, 154,4 gram emas diambil, 200 HP disita semua oleh mereka,” ungkap Panglima.

Tentu saja, lanjut Gatot, apa yang dilakukan oleh prajurit adalah bagian dari negara hadir di tempat ini untuk memberikan perlindungan kepada rakyatnya. Karena apapun, tidak boleh di Indonesia ini ada masyarakat yang disandera.

“Perintah saya tegas, faktor utama adalah pembebasan sandera dan tidak boleh ada satu sandera pun jadi korban. Karena operasi pembebasan sandera tolak ukurnya itu,” ujarnya.

BACA  Siap-siap! Pemerintah Segera Keluarkan Aturan Blokir Medsos

Gatot juga menuturkan, dalam proses pembebasan sandera kali ini ada dua anggota GSB yang mati dan saat proses pembersihan. Di sana juga ditemukan satu pistol standar militer. Sehingga apa yang dilakukan oleh prajurit layak diberikan penghargaan.

“Saya hadir beserta istri karena ingin memberikan penghargaan kepada mereka dengan kenaikan pangkat luar biasa,” tandasnya.

(dms/JPC/hg)


Komentar