Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



146 Media Sepakat Tolak UU MD3

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Senin, 5 Maret 2018 | 13:54 PM Tag: ,
  

Hargo.co.i,  BOGOR - Ada yang menarik dari sosialisasi peningkatan pemahaman hak konstitusional warga negara bagi wartawan media massa cetak, TV, Radio dan online, yakni sepakat menolak menolak UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Alasannya, ini akan bertentangan dengan UU Nomor 40/1999 tentang kebebasan pers.

Pembacaan kesepakatan 146 wartawan dari berbagai media di Indonesia berlangsung saat penutupan sosialisasi kegiatan yang diselenggarakan Mahkamah Konstitusi (MK) RI di Pusdik Pancasila dan Konstitusi, kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/3).

“Kami menolak pemberlakuan UU MD3 sebab ini sangat berpotensi mengekang kebebasan pers. Jika sudah mengekang kebebasan pers, maka jelas bertentangan dnegan UU Nomor 40/1999,” jelas Fernandus Yusi Adam, perwakilan wartawan yang membacakan kesepakatan itu.

Selain menolak pemberlakuan UU MD3, para wartawan dari Sabang sampai Merauke mendorong seluruh pihak untuk menghormati kebebasan pers sebagai pilar keempat demokrasi. Makanya, penolakan itu dilakukan karena para pekerja media menilai jika undang – undang itu dijalankan akan mengekang kemerdekaan pers di Indonesia.

Penolakan ini disampaikan langsung kepada Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. Sebelumnya Dewan Pers juga menyatakan menolak UU MD3. Anwar Usman saat menutup kegiatan ini mengungkapkan, pihaknya belum bisa berkomentar banyak terkait penolakan atas UU MD3. Hal itu karena MK sudah menerima tiga permohonan yudisial rivew terkait UU MD3 dari masyarakat.

“Namun terlepas ditandatangani atau tidak, 30 hari jelas dinyatakan berlaku,” kata Anwar Usman seraya menegaskan agar seluruh pihak menghormati pers.  Dirinya lantas menyebutkan ada beberapa undang-undang yang krusial untuk direvisi dianggap mengekang kemerdekaan pers dan hak konstitusional warga negara. Menurutnya Anwar, profesi wartawan yang memiliki pengaruh besar terhadap dunia. Dikatakannya, pena seorang wartawan luar biasa.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar