148 Kepsek Jalani Diklat Kemendikbud RI

Suasana pembukaan pelatihan Diklat penguatan Kepala sekolah se Kabupaten Boalemo

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak 148 kepala sekolah (Kepsek) se Kabupaten Boalemo mengikuti Dilkat penguatan  bagi para kepala sekolah diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Dikpora) Boalemo bekerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Pada kesempatan itu. Kadis Dikpora Boalemo Sherman Moridu SPd. MSi menyampaikan bahwa kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah di laksanakan di dua tempat yaitu di Hotel Amaris dibiayai anggaran APBN dan di Hotel New Rahmat yang bersumber dari anggaran APBD Kabupaten Boalemo.

“Diklat ini sangat penting karena sebagai persyaratan menjadi seorang kepala sekolah dan harus memiliki STTPL. Apalagi para kepala sekolah ada yang sudah dilantik sebagai dalam jabatannya sebelum bulan april 2018 lalu, maka diharuskan mengikuti Cakep (Calon Kepala sekolah) selama 3 bulan dan yang di lantik di bawah bulan april 2018, kepala sekolah itu akan mengikuti diklat penguatan selama 8 hari,” jelas Sherman.

Lanjut dia mengatakan, kegiatan ini mendapat dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Untuk itu, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala P4TK Bahasa Luwiza Saidi dari Kemendikbud RI yang telah melaksanakan Diklat penguatan khusus kepada jajaran kepala sekolah di Kabupaten Boalemo.

Sementara itu, Kepala P4TK Bahasa Kemendikbud RI, Luwiza Saidi menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Boalemo melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang telah melaksanakan Diklat penguatan bagi kepala sekolah.

“Diklat ini menjadi salah satu persyaratan sebagai kepala sekolah yang memiliki kualifikasi pendidikan SI dan D4 minimal III.c dengan pola pengajaran 300 jam dan untuk sekolah sekarang ini sudah menggunakan pola 72 jam dan wajib dimiliki kepala sekolah. oleh karena itu di harapkan kepada seluruh kepala sekolah yang mengikuti Diklat penguatan dapat membawa sekolahnya kearah yang lebih baik dan berdaya saing mutu dan kualitas pendidikan,” pungkasnya.(nrt/hg)

-