Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



17 Siswa SMP Muhammadiyah Tilote Dibina

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 8 Maret 2017 | 12:30 Tag: , , ,
  

TILANGO – Hargo.co.id – Penyalahgunaan lem fox bagi kalangan siswa perlu mendapat perhatian serius. Efek lem fox yang bisa memabukkan itu sangat berbahaya bagi kesehatan siswa, termasuk dikhawatirkan menjadi ‘gerbang’ untuk penyalahgunaan narkoba.

Terkait dengan itu, di SMP Muhammadiyah Tilote, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo (Kabgor), pihak sekolah melakukan langka antisipasi dengan melibatkan unsur Polres Gorontalo.

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Bimas) Polres Gorontalo AKP Heny Mudji melakukan pembinaan langsung terhadap sedikitnya 17 siswa di sekolah itu yang dinilai rentan dengan penyalahgunaan lem fox.

Apalagi diantara 17 siswa itu terdapat siswa yang pernah direhabilitasi Badan Nasional Narkotika (BNN). “Jadi kepala sekolah itu khawatir, satu anak (yang pernah direhab BNN,red) akan menularkan ke anak-anak lain.

Makanya kita undang Polres dan memberikan pembinaan,” kata Ketua Daerah Muhammadiyah Kabgor, Agussalim Potale, Selasa (7/3). Ia mengatakan, sebagai pimpinan Muhammadiyah yang membawahi seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah di Kabgor.

telah menekankan kepada seluruh sekolah untuk terus mengantisipasi agar siswa tidak terlibat lem fox dan sejenisnya, karena bisa mengarah pada penyalahgunaan narkoba. “Kita libatkan Polres untuk memberikan pembinaan,” terangnya saat mendatangi kantor redaksi Gorontalo Post, kemarin.

Pernyataan ketua daerah Muhammadiyah Kabgor ini sekaligus meluruskan pemberitaan sebelumnya, yang menyebut terdapat 17 siswa SMP Muhammadiyah Tilango kepergok sedang pesta lem fox.

“Jadi mereka bukan kepergok. Kepala sekolah memanggil mereka dan mengundang pihak Polres untuk memberikan pembinaan,” tandasnya. Senada juga disampaikan, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Tilango, Adelin Loi.

Ia menyatakan jika 17 siswanya bukan dipergoki tengah asyik menghirup lem fox atau EHA-BOND tapi dilakukan pembinaan agar tidak terlibat pada kegiatan menyimpang itu. Menurut Adelin, Polres Gorontalo melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan sejenisnya.

“Akibat maraknya para siswa yang mulai terjerumus pada narkoba dan sejenisnya, pihak sekolah menginisiatif mengundang pihak BNN dan Polres untuk bisa melakukan sosialisasi dan sosialisasi tersebut dilaksanakan pada senin kemarin,” ungkap Adelin.

Dikatakannya, foto siswa-siswa bersama dirinya dan seorang polisi itu seusai pelaksanaan sosialisasi, bukan karena tertangkapnya 17 siswa dari SMP Muhammadiyah. Memang, lanjutnya, foto mereka merunduk, tetapi bukan karena mereka tertangkap sedang menghirup lem fox atau EHA-BOND.

Dan ada salah seorang siswa pindahan asal Manado yang direhabilitasi BNN, tetapi lainnya belum terindikasi akan hal tersebut.

“Jadi difoto tersebut hanya salah seorang saja yang sudah pernah direhabilitasi sementara lainnya tidak, tetapi mereka takut di foto, karena terkesan mereka juga sama seprti teman lainnya, padahal foto tersebut adalah foto seusai melaksanakan sosialisasi atas bahaya narkoba,” tegas Adelin.

Ia juga berharap, kedepannya tidak ada siswanya yang terjerat masalah yang sama dan tentunya melalui sosialisasi bahaya narkoba diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada para siswa tersebut akan bagaiman cara berteman yang baik dan bergaul serta bahaya akan penggunaan narkotika.(tro/wie/hg).

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar