Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



176 Daerah Berstatus Zona Oranye Akan Gelar Pilkada 2020

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 16 September 2020 | 02:05 WITA Tag: , ,
  ILUSTRASI - Warga saat mengikuti pencoblosan Pilkada. Foto: Ricardo/JPNN


Hargo.co.id, JAKARTA – Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja menyebut Pilkada 2020 banyak digelar di wilayah zona oranye penularan Covid-19. Per data Minggu (13/9) ini, sebanyak 56,96 persen dari seluruh daerah yang mengikuti Pilkada 2020, berstatus zona oranye.

Dilansir dari JPNN.com, Wisnu mengungkapkan itu dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pelaksanaan Pilkada 2020, Selasa (15/9). Dalam diskusi itu, Wisnu berbicara mewakili Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

BACA  Sebelum Mendaftar, Salat Hajat Awali Langkah Pasangan Rustam-Dicky

“Data per 13 September, zona risiko sedang berada di 176 kabupaten atau kota. Angka ini naik dari pekan lalu yakni 6 September, dengan 152 kabupaten atau kota di zona risiko sedang,” kata Wisnu.

Kemudian, ucap dia, sebanyak 26,54 persen atau 82 daerah yang menggelar Pilkada 2020, berstatus zona kuning penularan Covid-19.

BACA  Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Ketua KPU Arief Budiman Pergi ke Dua Kota Ini

Kemudian sebanyak 7,12 persen atau 22 daerah berstatus zona merah. Sisanya 9,38 persen atau 29 kabupaten atau kota yang menggelar Pilkada 2020 berstatus zona hijau penyebaran Covid-19.

“Jumlah daerah dengan zona hijau dan zona merah menurun. Sementara, daerah dengan zona kuning dan oranye meningkat dari pekan lalu,” jelas dia.

BACA  Hamim Pou Yakin Menang 'Tebal' di Pilkada Bone Bolango 2020

Sebagai informasi, Pilkada 2020 dilaksanakan di 270 daerah terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.(ast/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “176 Daerah Berstatus Zona Oranye Akan Gelar Pilkada 2020“. Pada edisi Selasa, 15 September 2020.

Komentar