Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



18 Tahun Jadi Provinsi, Rachmad Gobel Ingin Gorontalo Bebas dari Kemiskinan

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 1 November 2018 | 23:00 Tag:
  

Hargo.co.id, GORONTALO –  Caleg DPR RI Dapil Gorontalo dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) nomor urut 1 Rachmad Gobel, menekankan akan mendorong Gorontalo keluar dari kemiskinan bila dirinya terpilih sebagai anggota dewan. Menurutnya, sudah saatnya Gorontalo menjadi provinsi yang maju dan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

Rachmad menyayangkan bila selama 18 tahun Provinsi Gorontalo berdiri, tanah kelahirannya tersebut masih berkutat dengan kemiskinan. Apalagi dari data survei yang dirinya miliki, Gorontalo masuk dalam 5 terbawah provinsi termiskin di Indonesia.

“Saya sudah lihat selama 18 tahun pembangunan ini (di Gorontalo). Berdasarkan survei, Gorontalo masih masuk 5 besar termiskin di Indonesia,” ucap Rachmad, Rabu (31/10/2018).

Menurut Utusan Khusus Presiden untuk Jepang itu, seharusnya Gorontalo bisa lebih baik daripada yang ada sekarang. Sebab bagi Rachmad, Gorontalo memiliki kekayaan bumi yang luar biasa yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Bahkan dirinya juga menyebut bila sebenarnya Gorontalo bisa swasembada dan memiliki kedaulatan pangan.

“Seharusnya kita bisa lebih baik. Kekayaan kita luar biasa, ada lahan yang sangat besar untuk pertanian, perkebunan dan peternakan,” papar Ketua DPP Nasdem bidang perekonomian itu.

“Kita harus jadikan Gorontalo ini swasembada dan kedaulatan pangan,” lanjutnya.

Rachmad mengatakan, tidak ada yang tidak mungkin dalam membangun Gorontalo. Kuncinya, lanjut Rachmad adalah kemauan dan keikhlasan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah untuk ikut serta memajukan provinsi tersebut. Dirinya tidak mau kata miskin terus melekat pada tanah kelahirannya itu.

“Tidak ada istilah miskin di Gorontalo ini, kalau kita ada kemauan dan keikhlasan dalam bekerja dan membangun. Saya yakin akan hal itu,” tegasnya.

Bagi Rachmad, sudah cukup selama 18 tahun berdirinya Provinsi Gorontalo selalu dikatakan miskin. Ke depan, dirinya akan mendorong terjadinya pembangunan yang cepat dan terukur di Gorontalo untuk kemajuan masyarakat. Karenanya, dia meminta agar diberikan kesempatan untuk bisa berbakti.

“Kasih kesempatan untuk saya berbakti pada masyarakat Gorontalo. Udah cukup 18 tahun kita begini. Kalau masih begini, tidak ada gunanya (memekarkan diri dan membuat provinsi sendiri),” tutur mantan Menteri Perdagangan era Kabinet Kerja itu.

“Kalau saya menang (menjadi Anggota DPR RI) dan kader Nasdem banyak yang terpilih (duduk di parlemen), akan mempercepat pembangunan kita,” pungkasnya. (adv/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar