Sabtu, 24 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



2.052 Guru Pengampuh Unas Diuji Kompetensi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 8 Agustus 2017 | 13:51 WITA Tag: , , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Dalam beberapa tahun terakhir, capaian nilai ujian nasional (unas) Provinsi Gorontalo masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi memutar otak.

Selain memetakan kemampuan siswa melalui tryout (uji coba), Dikbudpora juga menggulirkan terobosan untuk mengukur kemampuan guru. Yakni dengan melakukan uji kompetensi bagi para guru mata pelajaran (Mapel) Unas.

Uji Kompentensi itu dilaksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu (7-9/8) di 13 sekolah yang tersebar di kabupaten/kota. Yaitu, SMAN 1 Gorontalo, SMKN 1 Gorontalo, SMKN 3 Gorontalo, SMAN 1 Limboto, SMKN 1 Limboto, SMAN Kabila, SMKN 1 Suwawa, SMAN 1 Marisa, SMKN 1 Marisa, SMAN 1 Marisa, SMKN 1 Boalemo, SMAN 1 Gorontalo Utara, dan SMKN 2 Gorontalo Utara.

Menariknya, uji kompetensi ini diberlakukan kepada seluruh guru mata pelajaran unas. Baik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun Pegawai Tidak Tetap (PTT). Ada sebanyak 1.128 guru SMA dan 924 guru SMK yang mengikuti UKG sebagai dasar untuk pengukuran kompetensi masing-masing guru. Melalui uji kompetensi ini dapat dipetakan guru-guru yang memiliki kompetensi di bawah rata-rata.

BACA  Libur Panjang, Warga Diminta Tetap di Rumah Saja

“Program ini baru tahun ini kita jalankan. Karena status guru SMA/SMK itu sudah beralih ke Provinsi, maka kita wajib untuk melihat sejauh mana kemampuan analisis guru tersebut dalam memberikan ilmu kepada peserta didik. Jangan sampai peserta didiknya yang lebih cerdas dari gurunya,” ujar Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Weni Liputo.

Weni Liputo menjelaskan, proses UKG berbasis computer atau CBT bekerjasama Puspendik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Aplikasi yang kita gunakan adalah aplikasi CBT untuk digitalisasi dan data, pendampingan, skoring dan pengolahan hasil serta penyesuaian sistem CBT,” jelas Weni Liputo

BACA  Giliran Warga Wonggarasi Terima Bantuan Bahan Pokok

Hasil dari UKG akan disampaikan secara terbuka dan akan dilakukan evaluasi terhadap guru-guru penanggung jawab mata pelajaran Unas. “Kalaupun ada guru yang kompetensinya berada di bawah maka kami akan melakukan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi guru untuk memperkuat mata pelajaran yang mereka ajarkan,” terang Weni.

Sementara itu Sekretaris Dikbudpora Provinsi Gorontalo Yahya Ichsan saat ini ada guru yang masih kekurangan guru pengajar. Sehingga pihak pemerintah pusat melalui LPMP melakukan program pendidikan ganda.

“Ini bisa diperuntukan untuk guru yang berada di SMK yang kekurangan guru agar bisa mengikuti program pendidikan ganda. Misalnya kalau aga guru Bahasa Inggris, namun di SMK tersebut tidak memiliki guru kejuruan keterampilan.

BACA  Cegah Klaster Baru, Hindari Kerumunan Saat Libur Panjang

Maka dilakukan pendidikan keahlian ganda. Disamping dia memiliki keahlian bahasa Inggris guru tersebut mampu untuk memberikan ilmu keterampilan sesuai dengan apa yang diajarkan,” terangnya.

Setiap guru ditekankan Yahya Ichsan bahwa harus memiliki didaktik metodik yaitu kemampuan dalam transfer pengajaran kepada peserta didik. Bagi yang mereka kualifikasinya ilmu murni, jelas tidak ada dasar untuk bagaimana cara mengajar.

Maka ada program Pendidikan Latihan Pengajar Guru (PLPG), bagaimana guru tersebut bisa mentransfer metode-metode belajar sehingga peserta didik bisa dengan cepat untuk memahami.

“Inilah beberapa langkah kami untuk meningkatkan kualifikasi guru di SMA/SMK di provinsi Gorontalo. Karena peran guru itu sangatlah vital dalam mencerdaskan masyarakat kita,” tandasnya. (ndi/hg)


Komentar