Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



2 Orang Menyerahkan Diri, DPR Instruksikan Untuk Segera Tangkap Santoso

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 18 April 2016 | 15:46 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id – Kelompok gerakan bersenjata, Santoso tengah dalam kondisi lemah. Jumat (15/4) lalu, dua orang anggota kelompoknya menyerahkan diri lantaran kelaparan.

Menurut Anggota Komisi III DPR, Sufmi Dasco Ahmad, ini menjadi momentum bagi aparat buat mempercepat penangkapan Santoso. Dasco mendukung penuh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme‎ (BNPT)‎ dapat meringkus Santoso dan kelompoknya.

“Hidup atau mati, bila perlu BNPT tetapkan tenggat waktu,” tegasnya melalui keterangan resmi yang diterima JawaPos.com, Senin (18/4). ‎

BACA  Masuk Wilayah PNG Tanpa Dokumen, Gubernur Papua Lukas Enembe di Deportasi

Sufmi paham bahwa kondisi hutan pegunungan yang lebat tempat Santoso bersembunyi menjadi hambatan utama.

Kendati demikian, dia yakin dengan sosok Tito Karnavian sebagai pimpinan BNPT. Tito, kata dia, punya kapasitas dalam hal ini lantaran dikenal sebagai orang lapangan.

“Saat ini jauh melemah jika dibandingkan satu tahun lalu, mereka masih berani melakukan propaganda memamerkan pasukan bersenjata melalui internet,” tutur Politikus Gerindra itu. ‎

BACA  Simpan Narkoba dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang Lion Air Diciduk

‎‎Perlu digaris-bawahi, penangkapan Santoso bukan hanya berarti penegakan hukum terhadap orang per orang, melainkan kampanye konkret negara tidak akan kalah pada terorisme.

‎Dengan menangkap Santoso, lanjut Dasco, BNPT melakukan dua tugasnya yang diatur dalam Inpres Nomor 46 Tahun 2010 secara sekaligus. “Yakni melakukan pencegahan dan penindakan aksi terorisme,” pungkas legislator asal Bandung, Jawa Barat itu.

BACA  Kapolri Apresiasi Keberanian Sekuriti Hadang Pelaku Bom Bunuh Diri

Seperti diketahui, Tim Satuan Tugas Tinombala gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Jumat lalu berhasil menangkap dua anggota Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah.

Penangkapan dilakukan di ‎Kampung Baru, Desa Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso. Dua pengikut Santoso yang tertangkap adalah Ibadurrahman alias Ibad alias Amru dan Muhammad Sulaeman alias Sul alias ifan.(hargo/JPG)‎


Komentar