Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



2017, Produksi Industri Manufaktur Naik, Industri Percetakan dan Media Rekaman Tertinggi

Oleh Aslan , dalam Ekonomi Headline , pada Sabtu, 3 Februari 2018 | 10:42 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Produksi industri manufaktur di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan pada Triwulan IV 2017. Untuk produksi industri manufaktur berskala mikro dan kecil tumbuh sebesar 21,54 persen (year on year/yoy). Sedangkan industri manufaktur besar dan sedang juga tumbuh 11,54 persen (yoy).

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pula, produksi industri manufaktur di Provinsi Gorontalo Triwulan IV 2017 jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 2017 juga mengalami pertumbuhan.

BACA  Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Dibutuhkan di Masa Pandemi

Untuk industri manufaktur mikro dan kecil tercatat tumbuh 7,99 persen (q-to-q). “Jenis industri yang mengalami kenaikan produksi adalah industri percetakan dan reproduksi media rekaman sebesar 112,23 persen, industri makanan sebesar 17,84 persen, industri pengolahan lainnya 12,13 persen, industri tekstil 6,36 persen, industi furnitur 6,23 persen dan industri minuman 5,20 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, Abdul Asman, dalam press confrence di kantornya, Kamis (1/2).

BACA  Protes Penghinaan Nabi Muhammad, Foto Presiden Prancis Dijadikan Keset

Akan tetapi, jika dibandingkan Triwulan IV 2016, kenaikannya cukup signifikan. Tercatat, industri percetakan dan reproduksi media rekaman tumbuh sebesar 162,88 persen, industri barang galian bukan logam 43,15 persen, industri makanan 17,45 persen, industri pengolahan lainnya 13,27 persen dan industri pakaian jadi 4,64 persen.

Adapun industri yang mengalami penurunan produksi jika dibandingkan dengan Triwulan IV 2016 diantaranya industri minuman -40,40 persen, industri alat angkutan lainnya -25,85 persen, industri logam bukan mesin dan peralatannya -22,50 persen,

BACA  Pukul 22.00 Wita, Warkop, Café dan Restoran Wajib Ditutup di Gorontalo

industri kayu, barang dari kayu dan gabus, barang anyaman bambu, rotan dan barang sejenisnya -17,76 persen, industri furnitur -5,58 persen dan industri tekstil -5,54 persen.
Sedangkan industri manufaktur besar dan sedang tumbuh 1,78 persen (q-to-q).

“Namun secara kumulatif, produksi industri manufaktur besar dan sedang tahun 2017 di Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan sebesar 9,96 persen,” jelas Asman.(axl/hg)


Komentar