Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



2017, Realisasi Anggaran Capai 92,96 Persen

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Selasa, 16 Januari 2018 | 11:00 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id  – Realisasi APBN 2017 di Provinsi Gorontalo dinilai memuaskan. Dari total APBN yang masuk ke Gorontalo 2017 sebesar Rp 5,54 Triliun, terealisasi sebesar 92,96 persen atau dengan realisasi Rp 5,15 Triliun. Tercatat, anggaran berkisar Rp 390 Miliar yang tidak terserap.

“Jadi, penyerapan anggaran tidak mesti terserap 100 persen. Intinya, kalau ouputnya sudah tercapai, tidak mesti uangnya habis. Target nasional itu 90 persen, Alhamdulillah kita di Gorontalo diatas itu,” ungkap Kakanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo, Ismed Saputra, pada press confrence di kantornya, kemarin, Senin (15/1).

Berdasarkan data dari Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo, realisasi per wilayah terhadap capaian tersebut masing-masing Kota Gorontalo dengan pagu sebesar Rp 2,8 Triliun, terealisasi Rp 2,5 Triliun atau 92,19 persen; Provinsi Gorontalo dengan pagu Rp 947,1 Miliar terealisasi sebesar Rp 870,8 Miliar atau 91,95 persen; Kabupaten Gorontalo dengan pagu Rp 497,1 Miliar terealisasi Rp 472 Miliar atau 94,95 persen; Boalemo dengan pagu Rp 375 Miliar terealisasi Rp 352 Miliar atau 94,06 persen; Bone Bolango dengan pagu Rp 335,6 Miliar terealisasi Rp 326 Miliar atau Rp 97,15; Gorontalo Utara dengan pagu Rp 302,2 Miliar terealisasi Rp 270,5 Miliar; dan Pohuwato dengan pagu Rp 272 Miliar terealisasi Rp 266 Miliar.

BACA  Sah! Berikut Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2021

“Dari total APBN 2017 di Gorontalo, outputnya sudah tercapai. Sisa anggaran juga karena dari proses lelang ada penawaran dari pihak ketiga dan tidak sebesar dengan harga lelang. Itulah yang membuat sisa tadi,” tambah Ismed didampingi Kabid PPA I Ahmad Heryawan dan Kabid PPA II Didik Ariwibawa.

BACA  Pandemi Covid-19 Bikin Permintaan akan Emas Naik Gila-gilaan

Sementara itu, khusus untuk kinerja DAK Fisik 2017 tercatat dari pagu sebesar Rp 787,6 Miliar terealisasi sebesar Rp 731,3 Miliar atau 92,85 persen. “Khusus untuk DAK Fisik, sisa penyaluran tersebut dikarenakan adanya gagal salur bidang Pariwisata pada Triwulan II sehingga tidak disalurkan untuk tahap berikutnya dan tidak memenuhi persyaratan penyaluran karena rencana penyelesaian kegiatan IV sudah melebihi penyaluran sampai dengan Triwulan III,” tambah Ismed.

Sedangkan untuk kinerja Dana Desa 2017 tercatat dari pagu sebesar Rp 513,9 Miliar terealisasi sebesar Rp 512,1 Miliar atau 99,65 persen. “Terdapat sisa sebesar Rp 1,8 Miliar yang merupakan sisa dana desa tahun lalu yang mengendap di RKUD (Rekening Kas Umum Daerah). Realisasi Penyaluran dari RKUD ke RKD (Rekening Kas Desa) sebesar 99,82 persen atau Rp513 miliar. Masih terdapat sisa dana di RKUD sebesar Rp 302,4 Juta, dimana desa masih belum mengajukan persyaratan,” tambahnya.

BACA  Materai Baru Rp 10.000 Sah Digunakan untuk Dokumen Elektronik

Ismed mengakui bahwa pada 2017 secara umum sudah ada perbaikan dan realisasinya sudah termasuk tinggi. Dari sisi pengendalian belanja juga sudah relatif membaik, “Selain tiap triwulan kita rakorev, kita juga surati dan datangi mereka karena kita tidak ingin dalam pelaksanaan APBN tagihan menumpuk akhir tahun. Mudah-mudahan 2018 bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.(axl/hg)


Komentar