Rabu, 20 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



25 Warga Polahi Masuk Islam, Ini Alasannya

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 12 Juni 2018 | 17:33 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Hidayah ramadan 1439 Hijriah menyertai 25 warga suku Polahi keturunan Bakiki Nani, Ahad (11/6).

Mereka secara serentak mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda masuk Islam, pada satu kegiatan yang dilangsungkan di rumah keluarga Udin Mole, di Dusun Dusun Pilomuluta, Desa Bina Jaya, Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo.

Proses masuk Islam warga Polahi ini berlangsung lancar, ketika mereka diberi pemahaman tentang Islam.

Suku Polahi yang mendiami hutan Gorontalo terutama di kawasan pegunungan Boliyohuto, merupakan kelompok masyarakat yang tak beragama.

Mereka hidup berpindah-pindah, dan hanya berinteraksi dengan masyarakat pada umumnya, ketika membutuhkan bahan pangan, seperti garam yang sulit mereka temukan di hutan. Karena tidak mengenal agama, dalam kehidupan suku Polahi berlaku, incest atau kawin sedarah. Dalam proses masuk Islamnya 25 warga suku Polahi ini pun terbilang lancar. Awalnya, mereka dihubungi Udin Mole yang menemui mereka di hutan.

BACA  Polisi Amankan 52 Remaja Saat Rayakan Pergantian Tahun di Bukit Peapata

Udin meminta mereka satu kelompok suku atau suku polahi keturunan Bakiki Nani agar turun ke kampung di Dusun Pilomuluta karena akan ada sosialisasi Pemilu yang akan dilakukan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Gorontalo. Beruntung, mereka mau turun gunung sesuai undangan Udin Mole.

Padahal kelompok ini diketahui sudah sangat lama tidak dilihat masyarakat karena tidak pernah lagi turun gunung. Pada pertemuan yang juga dihadiri tokoh agama setempat, langsung ditawarkan agar mereka mengikuti ajaran Islam.

Bakiki Nani sebagai kepala suku, mengiyakan ajakan itu. Ia bahkan meminta agar 24 keluarganya ikut bersama-sama mengucap Syahadat.

“Selama ini tidak tahu agama,”kata Bakiki Nani dalam bahasa Polahi yang diartikan Udin Mole. Tokoh agama setempat kemudian memandu mereka menyebutkan dua kalimat syahadat sebagai syarat masuk Islam.

BACA  Bawaslu Kabgor Akui Rakernis Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Secara bersamaan Bakiki Nani dan keluarganya tampak kesulitan menyebut dua kalimat syahadat itu. Kendati terbata-bata, tapi proses masuk Islam para warga Polahi ini membaut haru suasana.

Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Jaharudin Umar yang nampak ikut hadir dalam pengislaman suku polahi itu, terlihat haru dan tak henti-henti berucap syukur dan berucap “Allahu Akbar”.

Usai diislamkan, para anggota suku polahi ini juga diberikan pencerahan tentang agama oleh para tokoh agama setempat. Terutama soal kebersihan dan berhubungan sedarah yang dilarang.

Sayangnya, saat ditawari untuk menetap diperkampungan warga, Bakiki Nani dan keluarganya sontak menolak dengan alasan cukup unik, yakni, karena faktor cuaca.

“Di kampung panas, kalau di hutan lebih dingin,” ujar Udin Mole salah seorang warga setempat yang menjadi juru bicara antara Gorontalo Post dan Bakiki Nani.

BACA  Polsek Dungingi Tutup Sejumlah Mini Market

Padahal, jika mereka menetap diperkampungan, akan lebih mudah untuk membimbing mereka menjalankan syariat Islam yang baru mereka anut.

Sementara itu, Udin Mole mengatakan, para suku polahi ini merupakan salah satu kelompok polahi yang sering kali turun ke perkampungan warga.

Namun demikian menurut Udin, anggota suku polahi yang datang ke perkampungan warga memiliki sikap yang baik, tapi jarang bicara. “Mereka datang untuk melakukan barter barang hasil kebun dengan garam, setelah itu mereka langsung pulang ke hutan,” terangnya.

Tapi menurut Udin, dengan pengislaman para suku polahi ini, ia dan warga lainnya berharap para anggota suku polahi lambat laun bisa turun dan menetap di perkampungan warga. Kini, pemerintah harusnya bisa langsung menangani para warga Polahi, sebab ternyata mereka juga tidak memiliki KTP sebagai indentitas warga negara. (yds-gp/hg)


Komentar