Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



  


Hargo.co.id GORONTALO – Bertepatan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-71, Rabu (17/8), puluhan ibu di Gorontalo juga harus berjuang melawan maut. Tetapi perjuangan para ibu bukan melawan penjajah, tetapi melahirkan buah hatinya. Meski melalui perjuangan berat, namun senyum kebahagiaan orang tua dan keluarga lainnya, menyambut anggota keluarga baru tersebut. Sedikitnya ada 26 bayi yang lahir bertepatan hari kemerdekaan.

Di Kota Gorontalo Gorontalo tercatat ada 16 bayi yang lahir bertepatan hari kemerdekaan. Bidan di Rumah Sakit Bunda Kota Gorontalo Siane mengaku, sejak pukul 00.00 WIB dini hari hingga malam hari, setidaknya ada empat bayi yang lahir. Tiga di antaranya lahir dengan cara dioperasi.

“Memang ada tiga yang bayi lahir sesar. Namun bukan karena permintaan orang tuanya, tapi karena ada indikasi medis sehingga harus dioperasi, ujarnya.  Pantauan Gorontalo Post sendiri, salah seorang bayi perempuan yang dilahirkan, Rabu (17/8), diberi nama Miftahul Jannah. Olin Marju, ibu sang bayi mengungkapkan, MIftahul Jannah dilahirkan sekitar pukulk 10.44 wita. “Saya tidak menyangka anak saya bisa lahir tepat tanggal 17 agustus ini,” terangnya. Olin juga mengaku, dirinya berharap anak keduanya itu, bisa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan berguna bagi bangsa dan negara.

BACA  Ini Tips Mencegah Covid-19 Versi Dosen UMGo

Sementara itu di RS Aloei Saboe Kota Gorontalo, ada 5 bayi dilahirkan, yang kelimanya berjenis kelamin laki-laki. “Tadi yang lahir ada 5, satu normal sisanya dioperasi,” ujar Marni Hasan, salah seorang Bidan di RSAS Kota Gorontalo. Marni juga menambahkan, sejauh ini kondisi kelima bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat.

Terpisah, front office Rumah Sakit Siti Khadijah Kota Gorontalo, Deli mengatakan, hingga pukul 23.00 Wita, ada tujuh bayi yang lahir. Ketujuh bayi ini sendiri dilaporkan dalam kondisi sehat.  Di Kabupaten Gorontalo sendiri terdapat 6 bayi yang lahir bertepatan dengan hari kemerdekaan ini. Wakil Direktur RS MM Dunda Limboto dr. Titin Payuhi mengungkapkan, bertepatan dengan HUT NKRI ke-71 kemarin, ada 6 bayi yang lahir di RS Dunda. Semuanya lahir dalam keadaan sehat. “Tidak ada yang alami sesar. Saat ini, para bayi saat ini masih dirawat. Kita memberikan pelayanan terbaik kepada mereka,” ujarnya.

BACA  Waspadai Wabah Corona Tanpa Gejala

dr. Titin menyampaikan, para bayi lahir di RS MM Dunda Limboto sebgian lahir di pagi hari. Ada juga yang lahir siang. Hanya saja tak ada diantara mereka yang tepat pukul 10.00 Wita.”Kalau mendekati ada. Tapi tidak ada yang tepat,”ungkapnya.

Demikian pula di Kabupaten Pohuwato, pantauan Gorontalo Post, terdapat tiga bayi yang dilahirkan rabu (17/8). Ketiga anak tersebut dilahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumi Panua. Data yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, dari tiga bayi yang lahir tersebut, dua diantaranya melalui proses operasi Caesar dan satunya lagi melahirkan secara normal.

BACA  Perilaku Warga, Pengaruhi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19

Dirut RSUD Bumi Panua, dr. Syahrawanty Abbas ketika diwawancarai Gorontalo Post kemarin menjelaskan, memang ada moment-moment tertentu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diabadikan, baik itu dengan melahirkan bayi mereka maupun hal-hal lainnya. “Alhamdulillah ada tiga bayi yang dilahirkan di RSUD Bumi Panua dan semuanya sehat-sehat. Dua diantaranya melalui proses operasi Caesar dan satunya lagi melahirkan secara normal,” ungkapnya.

Lanjut kata dr. Syahrawanty Abbas, bayi yang lahir dengan normal yakni pada Pukul 01.05 Wita dengan jenis kelamin laki-laki. Sedangkan yang dua lainnya lahir pada Pukul 11.20 Wita dan pada pukul 13.35 Wita dengan jenis kelamin laki-laki. “Jadi, ada tiga bayi dan ketiganya berjenis kelamin laki-laki,” pungkasnya. Sementara itu, di Kabupaten Bone Bolango, jumlah bayi yang lahir di Rumah Sakit Toto, Kabupaten Bone Bolango berjumlah dua orang.(tr-45/and/kif/tr-48/hargo)


Komentar