Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



26 Perupa Gorontalo, 100 Karya Seni Pamer di Bali

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 27 Oktober 2017 | 23:25 Tag: ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Seniman Gorontalo yang tergabung dalam kelompok Perupa Gorontalo kembali menunjukkan eksistensinya. Tidak hanya skala lokal, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional.

Hal itu seiring langkah Perupa Gorontalo yang menghentak Bali melalui pemeran karya seni.

Pameran tersebut dilaksanakan di Galeri Seni Monkey Forrest, Ubud, Bali. Sedikitnya ada 26 seniman Perupa Gorontalo ikut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar selama sebulan, 25 Oktober-25 November 2017.

Perupa Gorontalo dalam siaran persnya menyampaikan, tak kurang dari 100 karya diboyong dan dipamerkan. Temanya cukup beragam dengan berbagai corak dan aliran.

Dari gaya realis, figuratif,  kontemporer hingga ke karikatur dan kaligrafi. Karya yang dipamerkan mencakup  lukisan,  grafis, fotografi dan hingga patung. Sebagian besar  mengambil tema tentang Gorontalo.

“Galeri seni Monkey Forrest yang terletak di Desa Pakraman, Padang Tegal, Ubud, Bali, sengaja dipilih sebagai lokasi pameran, karena reputasinya yang sudah lama dikenal sebagai salah satu destinasi utama turis di Bali,” tulis Syam Terajana, anggota Perupa Gorontalo.

Setiap hari, tak kurang dari 3200 wisatawan dari berbagai dunia mengunjungi  kawasan konservasi yang mengoleksi 678 ekor monyet itu. Terlebih, Ubud dikenal sebagai jantung kesenian dan kebudayaan di Bali yang mendunia.

Pameran kali ini mengambil tema “Lowali De Bali” yang arti harfiahnya “Jadi ke Bali,” . Tema ini sengaja dipilih, karena keinginan besar kelompok Perupa Gorontalo, memperkenalkan karya-karyanya ke dunia luar.

Kurator pameran, I Wayan Seriyoga Parta mengatakan, pelaksanaan pameran seiring medan seni rupa di Gorontalo yang mulai terbentuk, dan menggeliat kurun beberapa tahun terakhir.

Karya-karya yang dipamerkan kali ini, telah melalui proses kuratorial. Sehingga dapat dipertanggung jawabkan nilai serta kualitas artistik dan estetikanya.

“Ini merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus sebagai tantangan untuk menunjukkan kualitas dan kreativitas perupa Gorontalo. tidak saja di level nasional namun sampai ke level internasional,” ujar kurator yang juga mengajar di jurusan kriya seni, Universitas Negeri Gorontalo itu.

Co kurator, Awaluddin Ahmad menambahkan, pameran ini bertujuan mempromosikan potensi wisata, adat dan kebudayaan Gorontalo. yakni melalui karya seni baik lukis, kriya maupun kaligrafi.

“Pameran ini terselenggara atas kerja sama kelompok Perupa Gorontalo, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo dan Galeri Seni Monkey Forrest, Ubud, Bali,” ujar Awaluddin.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Ketut Budiana, kurator Monkey Forest Art Gallery Ubud Bali yang membuka ruang bagi para perupa Gorontalo. Juga semua pihak yang memberikan dukungan, baik moril maupun materil,” sambung Awaluddin.

Sementara itu, pembukaan pameran berlangsung Rabu (25/10) pukul 16.00 WIB. Seorang penari asal Ubud Tebo Aumbara, berhasil memukau pengunjung dengan sebuah performance singkat berdurasi 15 menit.

Penari yang kerap berkolaborasi dengan seniman lintas disiplin dari berbagai belahan dunia itu, dalam pertunjukannya membiarkan tubuhnya disapu kuas oleh puluhan tangan Perupa Gorontalo.

Bermandikan cat berupa warna, tubuh pria berambut gimbal yang liat itu meliuk kian kemari di halaman galeri yang rindang dan sejuk. Bahkan dia membagikan cat dari tubuhnya pada salah satu pengunjung sebagai bentuk interaksi.

“Saya turut bangga dengan Perupa Gorontalo, pentas ini menjembatani proses kreatif antar seniman Gorontalo-Ubud,” kata pria yang juga pernah berkolaborasi dengan seniman Gorontalo, mengangkat isu Danau Limboto itu.

Pembukaan turut dihadidiri Ketua Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Syafrudin Mosii. Perupa Gorontalo adalah kelompok seni rupa pertama di Gorontalo.

Terbentuk 2013 dan bersifat inklusif. Anggota Perupa Gorontalo tidak terikat pada satu kecenderungan, aliran dan medium seni rupa.

Kelompok ini sangat terbuka bagi siapapun yang menaruh perhatian dan memajukan seni rupa di Gorontalo. Kelompok ini juga kerap menggelar berbagai pelatihan dan edukasi seni rupa pada masyarakat.
Farlan Adrian, 22, salah satu anggota perupa  Gorontalo mengatakan,banyak pelajaran penting dapat dikutip dari   pameran ini.

“Ini satu langkah yang cukup progresif bagi kami. Selain itu menempa mental,menambah jejaring dan pengalaman,” ujar pria yang pernah meraih juara satu lomba lukis pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2016 silam itu.

Adapun perupa yang turut memamerkan karyanya yakni Akbar Abdullah, Anang Suryana Musa, Arya Budi, Astika Mulyasari, Fandhy  Rais, Farlan Adrian Hasan, Iwan Yusuf, Jemmy Malewa, Luthfi Hinelo, Mohamad Aziz Alkatiri, Mohamad Fauzi Malabar,  Mohammad Rivai Katili, Muh. Djufryhard, Ninox, Pipin Idris, Riden Baruadi, Ridwan Sahel, Rhyo N Kony,Suarmika,  Syam Terrajana, Suleman Dangkua, Syarif Munawar, Thalib R. Eka, Tri Andini Putri, Tri Nur Istiyani Nurdin, Yayat Gokilz.(san/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar