Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



27 Rumah di Pohuwato Diterjang Banjir

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 5 April 2017 | 16:15 PM Tag: , , ,
  

MARISA – Hargo.co.id Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah barat Gorontalo mengakibatkan beberapa desa di Kabupaten Pohuwato diintai musibah banjir.

Sementara di Tilamuta, Boalemo, curah hujan tinggi menyebabkan warga di wilayah pesisir krisis air bersih karena pipa PDAM tersumbat bahkan pecah akibat material.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, di Kabupaten Pohuwato, kemarin, Selasa (4/4) sekitar Pukul 15.00 Wita, Dusun Taludaa, Desa Karya Indah, Kecamatan Buntulia direndam air dengan ketinggian kurang lebih 1 meter. Sedikitnya, 25 rumah yang tergenang.

Begitu pula di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia. Tak hanya itu saja, sekitar Pukul 17.00 Wita, banjir pula terjadi di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio dimana telah terjadi luapan air dari saluran yang tidak mampu menampung debit air.

Akibatnya, dua rumah terendam dan bahkan air meluap hingga ke jalan trans Sulawesi. Selain itu, desa yang terkena banjir pula yakni di Desa Mootilango, Kecamatan Duhiadaa, tepatnya di dusun UPT.

Pantauan di lapangan, berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan akibat banjir. BPBD bersama anggota Polres Pohuwato, Polsek dan masyarakat, bahu membahu untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat.

“Banjir yang terjadi ini diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi sehingga membuat saluran air tidak mampu untuk menampung debit air dan terjadi luapan,” ungkap Kapolres Pohuwato AKBP Agus Sutrisno,SIK melalui Kasubag Humas AKP Abidin Luntaya.

Terpisah, Kepala BPBD Pohuwato, Ramon Abdjul melalui Kesie Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Iswan Gau menyatakan, belum ada korban jiwa atau kerusakan materil berat akibat bencana banjir ini. Meski demikian diharapkan agar masyarakat tetap waspada.

Sementara itu, curah hujan yang mengguyur Boalemo belakanngan ini menyisahkan persoalan bagi ketersediaan air bersih. Sumber air bersih PDAM Boalemo harus terganggu karena tersumbat material yang mengakibatkan pipa pecah bahkan tertimbunan material.

Yang paling merasakan adalah masyarakat di wilayah pesisir Tilamuta, seperti di Desa Bajo, Desa Pentadu Barat dan Desa Pentadu Timur yang mengalami krisis air bersih.

Saat ini, PDAM Boalemo terus berupaya sehingga masyarakat yang mengalami krisis air bersih dapat teratasi, berupa melakukan perbaikan pipa transmisi, pembenahan sumber air baku hingga melakukan upaya teknis. “Saya harap masyarakat bisa bersabar.

Persoalan cuaca meruapakan masalah teknis yang tidak dapat ditolerir,” katanya. Menurutnya, untuk wilayah Tilamuta ada dua pipa, yakni pipa lama merupakan peninggalan unit Limboto dan pipa baru yang baru saja dipasang. Nah, untuk wilayah Desa Bajo, Pentadu Barat dan Pentadu Timur, menggunakan pipa baru yang saat ini tidak ada airnya.

“Ketika kami coba sumbat pipa lama, maka wilayah pesisir bisa mengalir air PDAM-nya sebagaimana biasa, akan tetapi untuk wilayah Tilamuta bagian tengah, seperti Desa Modelomo, Hungayonaa dan beberapa desa lainnya tidak punya air,” katanya.

Olehnya, ada indikasi terjadi penyumbatan di pipa PDAM yang harus ditelusuri dan hal ini harus diperbaiki sebagaimana mestinya. Kedepan dirinya akan menggilir air PDAM di wilayah Tilamuta sehingga masyarakat bisa menyediakan penampungan air.

“Nanti kita atur jadwalnya, untuk mengalirkan air sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih dari PDAM,” pungkasnya.(kif/tr-30).

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar