Minggu, 17 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



3 Tahun Jadi Polisi, Pria Ini Sukses Memenggal 50 Kepala Militan ISIS

Oleh Aslan , dalam Kabar Dunia , pada Jumat, 30 Juni 2017 | 03:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Pertempuran pemerintah Irak melawan ISIS masih terus berlangsung. Dalam tiga tahun terakhir, ratusan bahkan ribuan nyawa militan ISIS melayang.

Salahsatu yang berpartisipasi dala penumpasan militan ISIS itu adalah seorang polisi Irak, Falah Aziz.

Falah Aziz mengaku telah membunuh 130 militan ISIS, termasuk 50 kepala yang pernah ia penggal.

Falah bernaung, di bawah Iraqi Federal Police Force’s 5th Division. Pria ini menyebut dirinya The Beheader.

BACA  Soal Varian Baru Covid-19, Ini Aturan dari Satgas

“Hampir setiap hari, saya bersumpah, saya akan membantai mereka, karena mereka telah membantai kami,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Expressen.

ISIS telah membunuh empat saudara laki-lakinya. “Saat mereka membantai saudara-saudaraku, aku membantai mereka,” katanya.

Ditegaskan Falah, ISIS telah memaksa dirinya untuk melakukan hal itu (berperang-red). Sebab, apa yang telah mereka lakukan telah membunuh rasa belas kasihan dalam dirinya.

BACA  Diblokir Facebook, Twitter dkk, Donald Trump Murka

“Apa yang Anda rasakan saat menemukan saudaramu disembelih, atau ibumu dibantai,” kata Aziz.

Kini, memenggal kepala seorang ISIS bukan menjadi tugas yang sulit buat Falah Aziz.

“Saya tidak bisa menjelaskan betapa mudahnya saya melakukannya. Apa yang telah mereka lakukan terhadap kami, akan kami lakukan untuk mereka,” ucapnya.

Falah Aziz memiliki foto dan video saat dia mengeksekusi militan ISIS, dia publikasikan ke halaman Facebook-nya. Kebanyakan, setelah memenggal kepala militan ISIS.

BACA  Serbu Gedung Kongres, 52 Pendukung Donald Trump Ditangkap

Falah Aziz lalu menangis dan berkata, ‘pisau telah melakukan pekerjaannya’. Kemudian polisi lainnya memberi semangat ‘Falah Aziz memotong kepala ISIS’.

Ketika ditanya apakah militan ISIS yang dipenggal kepalanya itu sudah meninggal atau hidup sebelumnya. “Tidak, tidak, orang itu masih hidup,” tegas Aziz (hg/adk/dms/JPG)


Komentar