Selasa, 15 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



30 Ribu Pekerja Informal di Bone Bolango Resmi Terdaftar di BPJAMSOSTEK

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Kab. Bone Bolango , pada Selasa, 22 September 2020 | 09:05 WITA Tag: ,
  Sekda Ishak Ntoma didampingi para Asisten, dan pimpinan OPD, serta Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Gorontalo Hendra Elvian, memimpin Raker Operasional Penetapan 10 Ribu peserta pekerja sektor informal melalui APBD Bone Bolango tahun anggaran 2020. Foto: Istimewa


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Cabang Gorontalo, menambah dan melindungi 10 ribu warganya yang merupakan pekerja sektor informal melalui program BPJAMSOSTEK.

Hal itu seiring dilaksanakannya rapat kerja (raker) operasional penetapan 10 ribu peserta pekerja sektor informal melalui APBD Bone Bolango tahun anggaran 2020, yang digelar di ruang jerja Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Senin (21/09/2020).

Sebelumnya Pemkab Bone Bolango juga telah melindungi sebanyak 20 ribu warganya lewat program yang sama, dengan demikian, pada tahun 2020 ini, total sebanyak 30 ribu peserta warga Bone Bolango yang dilindungi program jaminan sosial BPJAMSOSTEK dan premi iurannya dibayarkan oleh pihak Pemkab.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Gorontalo Hendra Elvian mengatakan, Raker Operasional ini merupakan tindaklanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah dilakukan sebelumnya, yakni di tahun 2018.

“Jadi Raker hari ini tindak lanjut dari PKS dan hasil pembicaraan kami sebelumnya dengan pak Sekda Ishak Ntoma serta Kepala DPMPTSPTK pak Jumaidil tentang penambahan 10 ribu tenaga kerja untuk dilindungi keselamatan kerjanya,”kata Hendra Elvian.

Lebih lanjut Hendra Elvian mengungkapkan, penambahan 10 ribu tenaga kerja sektor informal ini, merupakan efek dari adanya PP Nomor 49 tahun 2020 terkait dengan relaksasi iuran 2020.

“Dengan adanya kebijakan pemerintah tentang PP 49 tahun 2020 ini, tentu sangat membantu pemerintah daerah, khususnya pekerja rentan untuk mendapatkan perlindungan program BPJAMSOSTEK yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerahnya,”ungkap Hendra Elvian.

Sementara itu, Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma menjelaskan bahwa Pemkab sejak tahun 2018 telah mengikutsertakan tenaga kerja informal di Kabupaten Bone Bolango sebagai peserta BPJAMSOSTEK dan sudah mencapai 20 ribu peserta.

“Tahun 2020 ini dengan adanya wabah Covid-19, maka terjadi kebijakan pemerintah dengan keluarnya PP Nomor 49 tahun 2020 yang mana terjadi relaksasi iuran. Tadinya pembayaran iurannya Rp16.800 perjiwa ini tinggal membayar 168 rupiah perjiwa,”jelas Ishak Ntoma.

Sekda menambahkan, dengan adanya sisa dana iuran tersebut bisa dikompensasi untuk penambahan kepesertaan baru yang mencapai 10 ribu peserta.

“Kami merasa bersyukur hari ini Pemkab Bone Bolango kembali membahas tambahan 10 ribu peserta BPJAMSOSTEK sektor informal. Dengan demikian, total pekerja sektor informal di Bone Bolango yang sudah dilindungi Pemkab melalui program jaminan sosial BPJAMSOSTEK totalnya sudah mencapai 30 ribu pekerja,”pungkas Ishak Ntoma.(zul/hg)


Komentar