Rabu, 14 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



37 Kepala Keluarga di Dusun Embung Terisolasi

Oleh Sri Aprilia Mayang , dalam Gorontalo Headline Kab. Gorontalo Ragam , pada Senin, 22 Maret 2021 | 22:05 WITA Tag: , ,
  Anak ibu Lisa, saat belajar di rumah, yang hanya menggunakan lilin sebagai penerang. (Foto : Sri Aprilia Mayang)


Hargo.co.id, GORONTALO – Kurang lebih ada 37 kepala keluarga yang ada di Dusun Embung, Desa Dumati, Kabupaten Gorontalo kondisinya hingga kini masih terisolir. Meski daerah Kabupaten Gorontalo sudah berusia 347 tahun, dusun tersebut belum juga merasakan yang namanya air bersih, listrik dan akses jaringan.

Lisa Mantali mewakili dari kurang lebih 37 kepala keluarga, warga Dusun Embung, Desa Dumati, Kabupaten Gorontalo, mengeluhkan atas apa yang mereka rasakan saat ini, mereka merasa terisolasi bahkan dianak tirikan oleh pemerintah setempat. Bahkan persoalan ini sudah dikeluhkan kepada pemerintah desa.

“Listrik dan air bersih sudah kami sampaikan secara langsung ke pemerintah desa, karena itu adalah kebutuhan pokok. Namun hal ini tidak ditindaklanjuti hingga kini,” kata Lisa sembari meneteskan air mata.

Ibu Lisa, bersama kedua anaknya, yang merupakan warga Dusun Embung Desa Dumati, saat menangkut air dari mata air hingga ke rumahnya. (Foto : Sri Aprilia Mayang)

Tak hanya itu saja, untuk mengatasi apa yang menjadi persoalan tersebut, masyarakat harus mengambil air bersih dari lokasi mata air yang jaraknya kurang lebih 700 meter. Mirisnya lagi, anak-anak pun ikut mengambil air dan membawa gallon. Sedangkan untuk penerangan, masyarakat hingga kini hanya mempergunakan lampu botol atau lilin.

BACA  Mahasiswa Pascasarjana STIA Bina Taruna Dapat Kuliah Umum Dari Wagub Gorontalo

“Ada tenaga surya, tapi sudah rusak karena itu bantuan reses dari salah seorang Aleg sekitar 10 tahun yang lalu,” ujarnya.

Tambah Lisa lagi, dirinya selaku orang tua murid, yang mengontrol anaknya belajar dalam jaringan (Daring) dimasa pandemi covid-19, merasa sangat sulit dengan akses jaringan dan paket data internet.

“Sebelumnya kami tidak terlalu resah dengan akses jaringan disini, yang penting didahulukan dulu kebutuhan pokok kami yakni air bersih dan lsitik. Tapi semenjak diterapkan belajar Daring, kami merasa susah, anak kami harus belajar Daring sementara disini tidak ada jaringan, apalagi harus beli paket internet. Jangankan untuk internet, listik dan kebutuhan hari-hari saja kami susah,” tuturnya.

BACA  Wagub: Stok Sembako di Gorontalo Aman Hingga Jelang Ramadan 1442 H

Lisa juga sangat menyayangkan, di mana pemerintah desa hanya memperhatikan wisata Embung Dumati, yang saat ini sudah tidak berkembang. Bahkan tidak memberikan kesempatan kepada pejabat untuk menjenguk atau melihat kondisi penduduk Dusun Embung itu.

“Kami masyarakat kurang mengerti, kenapa hanya wisata Embung Dumati yang diperhatikan, kendati sekarang sudah tidak berkembang. Kenapa waktu kunjungan bupati dan pejabat lainnya ke wisata Embung Dumati beberapa waktu lalu, tidak diteruskan kunjungannya ke rumah kami, melihat kondisi kami yang sebenarnya,” keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Dumati, Kasmin Hasan membenarkan keterangan atas pengeluhan warganya di Dusun Embung. Terkait dengan hal itu, pemerintah desa bukan tidak memperhatikan dusun tersebut.

“Kami juga saat ini sementara memperjuangkan listrik, air bersih dan juga jaringan. Sejak 2016 saya sudah masukan proposal ke PDAM dan PLN serta Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo. Artinya walaupun itu bukan jalurnya, tapi apa salahnya kalau beliau Kepala Dinas Sosial ikut memperjuangkan. Bahkan melalui salah satu Aleg DPRD Kabupaten Dapil Telaga Cs, kami baru mengaspirasikan usulan ini pada tahun anggaran 2020 ini,” jelasnya.

BACA  Ini Harapan Sekda di Musda DPD Pengajian Al Hidayah Provinsi Gorontalo

Disisi lain, ketika Direktur BUMD PDAM, Salfian Rivo Hiola dikonfirmasi, dirinya mengaku belum pernah menerima aspirasi dalam bentuk proposal bahkan singgungan secara tatap muka dari pemerintah setempat.

“Harusnya melalui kecamatan dulu dibahas di Musrenbang, kemudian Musrebang akan dibahas ditingkat kabupaten bersama pihak terkait. Tapi hingga saat ini, kami belum menerima aspirasi yang dimaksud di wilayah itu, baik itu dalam bentuk proposal maupun secara tatap muka. Sama hal nya juga reses bersama dengan anggota DPRD untuk diusulkan. Jadi kami tidak punya sumber darimana, atas dasar apa kami langsung menindakinya,” terang Pimpinan PDAM Kabupaten Gorontalo itu melalui sambungan telepon.

Sementara itu, hingga berita ini terbitkan, Camat Telaga Biru, melalui Sekretaris Camat, enggan memberikan keterangan apa-apa saat awak media Hargo.co.id sudah mencoba mendatangi Kantor Camat Telaga Biru bahkan menghubunginya via Whatsapp dan telepon. (lya/hargo)


Komentar