Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



4.242 Pengguna Jalan Ditilang, Pelanggar Lalu Lintas Meningkat

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Saturday, 12 May 2018 | 12:16 PM Tags: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Para pelanggar lalu lintas di Provinsi Gorontalo semakin merajalela bahkan mengalami peningkatan yang cukup drastis. Terbukti, dalam operasi Patuh Otanaha 2018 yang dilaksanakan sejak 26 April hingga 9 Mei 2018 mengalami peningkatan.

Pasalnya, dari 14 hari atau dua pekan pelaksanaan operasi tersebut, sedikitnya ada 4.242 pelanggaran atau tilang yang dilakukan oleh anggota Lalu Lintas (Satlantas) se-Polda Gorontalo.

Dari data yang berhasil dirangkum Gorontalo Post pada Direktorat Lalu Lintas Polda Gorontalo, 4.242 penindakan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan atau tilang terhadap pengendara. Data tersebut meningkat dibandingkan data pada 2017 yang hanya mencapai 2.336 penindakan pelanggaran lalu lintas.

Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol. Rachmad Fudail melalui Kabid Humas AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK menjelaskan, memang terjadi peningkatan di tahun ini untuk Operasi Patuh Otanaha 2018.

Dari data yang ada, tujuh jenis pelanggaran yang menjadi perhatian atau atensi dalam operasi kali ini didominasi oleh pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm standar SNI sebanyak 2.146 pelanggaran.

“Dari banyaknya pelanggaran tersebut, barang bukti yang kami sita paling banyak adalah Surat Izin Mengemudi (SIM) yakni sebanyak 1.602, STNK 1.595 dan kendaraan sebanyak 1.045 kendaraan,” jelasnya.

Mantan Kapolres Bone Bolango ini menambahkan, dari pelanggaran yang dilakukan tersebut, karyawan swasta yang mendominasi dalam meakukan pelanggaran, setelah itu pelajar, ASN dan pengemudi atau supir.

“Dengan hasil seperti ini, kami berharap agar kiranya para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan, baik itu roda dua, tiga, empat dan seterusnya, bisa taat dan patuh terhadap aturan lalu lintas.

Patuh dan taat terhadap aturan lalu lintas, bukan untuk Kepolisian melainkan untuk diri kita pribadi. Kalau kita taati aturan lalu lintas, maka tidak akan berurusan dengan Polisi dan juga akan mempersempit terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Disisi lain, Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK melalui Kasat Lantas AKP Dody Munandar,SIK menyatakan, sebagai pusat ibu kota, Kota Gorontalo cukup tinggi pelanggaran lalu lintas yakni mencapai 1.074 pelanggar.

“Jadi, meski operasi Patuh Otanaha 2018 sudah selesai, bukan berarti kami tidak akan melakukan operasi atau sweeping lagi. Sebaliknya, kami akan lebih intens lagi, sehingga para pengguna jalan taat dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” pungkasnya. (kif/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar