Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



4 Fakta Pneumonia pada Anak yang Wajib Anda Tahu

Oleh Tirta Gufrianto , dalam LifeStyle , pada Jumat, 25 September 2020 | 13:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi logo anak. Foto: Antara


Hargo.co.id, JAKARTA – PENYAKIT pada anak memang banyak ragamnya. Salah satu yang harus diwaspadai orang tua adalah pneumonia pada anak dan jika tidak ditangani dengan benar, maka bisa menyebabkan kematian.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Pneumonia pada anak gejalanya memang mirip seperti flu biasa.

Namun, tanpa perawatan yang benar, pneumonia bisa mengakibatkan komplikasi.

Mulai dari kesulitan bernafas, infeksi aliran darah, penumpukan cairan atau nanah di dalam atau di sekitar paru dan kematian.

Berikut adalah empat fakta mengenai pneumonia agar buah hati bisa terlindung dari penyakit tersebut, seperti dikutip dari siaran resmi Pfizer, Jumat.

1. Pneumonia penyebab kematian terbesar kedua pada balita di Indonesia

Berdasarkan data yang dihimpun UNICEF, lebih dari 19.000 anak balita di Indonesia meninggal akibat pneumonia pada 2018.

BACA  6 Cara Menghindari Tulang Keropos Akibat Osteoporosis

Artinya, lebih dari dua anak di Indonesia setiap jamnya meninggal karena pneumonia.

2. Gejala Pneumonia bisa menyerupai flu

Gejala awal dari pneumonia meliputi sesak napas, nyeri dada, demam, batuk, dan kehilangan nafsu makan, yang mudah disalahartikan sebagai gejala flu biasa.

Orangtua sebaiknya jangan menunggu sampai anak terkulai lemas untuk memastikan bahwa anak sedang sakit.

Ketika ritme napas anak menjadi cepat, dan anak tampak tidak nyaman ketika bernapas, segera bawa si kecil ke dokter.

3. Pneumonia bisa menular lewat berbagai agen dan medium

Pneumonia bisa disebabkan oleh berbagai agen, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur.

BACA  Simak! Ini Cara Mencuci Masker Kain

Salah satu penyebab pneumonia yang paling umum adalah infeksi dari bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus).

Agen tersebut bisa berpindah melalui udara (ketika batuk atau bersin), melalui darah termasuk dari persalinan, atau dari permukaan yang terkontaminasi.

4. Imunisasi PCV untuk melindungi anak

Orangtua bisa melindungi sang buah hati dengan menjalankan empat langkah sederhana, yakni melakukan imunisasi PCV ketika anak berusia 2, 4, 6, dan 12-15 bulan.

Cara efektif untuk melindungi anak-anak dari pneumonia adalah melalui imunisasi, meliputi imunisasi terhadap kuman Hib, pneumokokus, campak dan pertusis.

Pneumonia yang disebabkan bakteri pneumokokus bisa dicegah dengan imunisasi pneumococcal conjugate vaccine (PCV).

Imunisasi PCV perlu dilakukan pada usia anak 2, 4, dan 6 bulan, dengan booster pada usia 12-15 bulan.

BACA  Cara Baru Membakar Lemak Tubuh dengan Slimming Gel

Namun, jika bayi sudah melewati usia 6 bulan dan belum menerima imunisasi PCV, maka pemberian imunisasi PCV bisa dilakukan sebagai berikut:

-Pada usia 7-12 bulan

Imunisasi PCV dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak paling sedikit satu bulan, dengan ditambah 1 dosis booster di usia 12 – 15 bulan.

– Pada usia 1-2 tahun

Imunisasi PCV dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak minimal dua bulan.

-Pada usia di atas 2 tahun

Imunisasi PCV hanya dilakukan satu kali.(antara/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “4 Fakta Pneumonia pada Anak yang Wajib Anda Tahu“. Pada edisi Jumat, 25 September 2020.

Komentar