Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Golkar Kocok Ulang Calon Walikota! DPP Instruksikan Buka Pendaftaran, Ferdiyanto Nyatakan Ikut Penjaringan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 9 Agustus 2017 | 13:31 WITA Tag: , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Usulan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kota Gorontalo untuk bakal calon walikota Gorontalo, yang memuat enam nama masing-masing, Marten Taha, Budi Doku, Ferdiyanto Koniyo, Indah Syahidah, Fikram Salilama dan Hardi Sidiki mentah di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar. DPP enggan mengesahkan satu dari enam nama itu, sebagai calon walikota yang diusung Golkar.

Kabar terbaru, DPP Golkar justeru meminta DPD II Golkar Kota Gorontalo untuk membuka pendaftaran bakal calon walikota maupun wakil walikota. Mekanisme pendaftaran ini, yang tidak dilakukan DPD II Golkar Kota Gorontalo saat penjaringan bakal calon walaikota beberapa waktu lalu.

Instruksi melakukan pendaftaran disampaikan DPD I Golkar Provinsi Gorontalo saat rapat bersama DPD II Golkar di kediaman ketua DPD I Rusli Habibie di Jl.Akper, Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo, Senin (7/8) malam. “Salah satu keputusan adalah harus membuka pendaftaran lagi, untuk calon walikota-wakil walikota. Secepatnya.

Mekanisme pendaftaranya ada di DPD II,”ujar Wakil Sekretaris DPD I Golkar Gorontalo Bidang Pemenangan Pemilu Ghalib Lahidjun, kemarin. Menurutnya, nama-nama yang sudah diusulkan awal, akan disempurnakan lagi dengan hasil penjaringan melalui mekanisme pendaftaran. “Tidak juga dianulir (enam nama), tapi disempurnakan. Harus melalui pendaftaran,”kata Ghalib.

BACA  Ini Reaksi Keluarga Habibie-Sidiki Usai Menyimak Pernyataan Adhan Dambea

Menurutnya, dibukanya pendaftaran bakal calon walikota, untuk memberi kesempatan kepada kader Golkar lain, maupun kader partai lain bisa bersama-sama Golkar menghadapi Pilkada.

Mekanisme pendaftaran dilakukan, sebab Golkar juga harus mencari kawan koalisi dalam Pilwako. “Dibuka kesempatan jika ada kader partai lain yang ingin mendaftar. Dan nama-nama yang masuk itu yang akan diusulkan ke DPP,”jelas Ghalieb.

Sementara itu, sekertaris DPD II Partai Golkar kota Gorontalo, Fedriyanto Koniyo menyampaikan jika pembukaan pendaftaran dilakukan, sebab mekanisme itu tidak dilakukan DPD II. “Memang dalam tahap penjaringan yang dilakukan oleh partai Golkar kota Gorontalo beberapa waktu lalu sudah selesai, dan menghasilkan beberapa nama yang sudah diserahkan ke DPP melalui DPD I Partai Golkar kota Gorontalo.

Akan tetapi, selain penjaringan dari pengurus kelurahan (PL) dan pengurus kecamatan (PK), partai Golkar tetap diperintahkan untuk membuka pendaftaran. Nah, mekanisme tersebut yang kita lewati,” kata Fedriyanto Koniyo.

BACA  Tak Ada Acara Malam Tahun Baru di Pohuwato

Ketua DPRD Kota Gorontalo ini menambahkan, untuk pendaftaran calon walikota dan wakil walikota akan dilaksanakan mulai hari ini, Rabu (9/8) hingga Sabtu (12/8) mendatang.

Pada Ahad 13 Agustus, menurutnya hasil pendaftaran dan penjaringan tersebut akan disampaikan ke DPD I kemudian diteruskan ke DPP Partai Golkar. “Pendaftaran dilakukan di sekretariat DPD II Partai Golkar kota Gorontalo, pendaftaran ini dilakukan secara terbuka,” kata Fedriyanto Koniyo.

Artinya, nama-nama yang direkomandasikan awal juga harus ikut mendaftar jika memang ingin diusung partai Golkar. Ferdiyanto memastikan, sebagai kader Golkar ia akan ikut mendaftar sebagai calon walikota atau bisa saja sebagai calon wakil walikota. “Kita lihat waktu (untuk mendaftar),”jelasnya.

Dengan dibukanya pendaftaran untuk calon walikota dari Partai Golkar, maka bisa saja menempatkan Marten Taha pada posisi tidak aman. Kendati sebagai incumben yang juga ketua DPD II Golkar Kota, Marten akan mendapat pesaing dari internal maupun eksternal.

BACA  Pemerintah Suplai Bantuan untuk Pekerja Pariwisata di Gorontalo

Dari pihak eksternal, Ketua DPD Hanura Provinsi Gorontalo Adhan Dambea, bisa saja memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan dukungan Golkar. Apalagi Adhan disebut-sebut akan berpasangan dengan Budi Doku, kader Golkar yang kini duduk sebagai Wakil Walikota Gorontalo.

Selain Adhan, nama-nama beken yang selama ini disebut-sebut sebagai kandidat juga berkesempatan mendaftar di Golkar, misalnya Elnino Mohi (Gerindra), Lola Yunus (PAN), Erman Latjengke (Demokrat) atau Rama Datau (Nasdem).

Sama seperti Gorontalo Utara (Gorut), calon Golkar juga belum ditetapkan DPP. Alasanya pencalonan dari nama-nama yang diusung harus dilakukan survey. “Jadi Gorut itu harus disurvey lagi.

Setelah hasilnya ada, baru itu penetapan DPP,”kata Ghalib Lahidjun. Seperti diketahui, usulan bakal calon Bupati Gorut yang diusulkan Golkar Gorut hanya ada dua nama, yakni Bupati Indra Yasin, dan Ketua DPD II Thomas Mopili.

Gorut, lanjut Ghalib melakukan mekanisme pendaftaran, hanya saja informasinya tidak begitu heboh, sehingga yang ada hanya dua nama. “Kalau Gorut buka pendaftaran,”jelasnya. (wan/tro/hg)


Komentar