5 Efek Negatif Tidur Terlalu Lama

Ilustrasi Sedang Tidur. Foto (istimewa)

-

Hargo.co.id – Akhir pekan biasanya jadi waktu yang paling ditunggu, karena bisa merasakan tidur nyenyak dan bisa tidur terlalu lama tanpa harus mengingat adanya pekerjaan yang belum selesai. Tapi fakta berkata lain. Rupanya, tidur terlalu lama juga tidak baik untuk tubuh, bahkan bisa memicu munculnya berbagai penyakit.

Jika Anda adalah salah satu orang yang selalu menghabiskan waktunya untuk tidur lama dan melewati batas sewajarnya, sebaiknya segera hentikan kebiasaan buruk ini, karena bisa berdampak pada kondisi kesehatan yang serius.

Tidur berlebihan atau yang biasa disebut dengan hipersomnia merupakan gangguan medis yang memungkinkan seseorang untuk mengalami rasa kantuk lebih ekstrem sepanjang hari. Banyak orang dengan hipersomnia mengalami gejala kecemasan, kurang bertenaga dan gangguan pada fungsi otak.

Tidak berhenti sampai di situ, dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter memaparkan, bahwa ada kondisi kesehatan lainnya yang juga mungkin akan dialami oleh penderita hipersomnia. Berikut efeknya:

1. Depresi

Bukan terbangun dengan rasa senang, tapi bagi mereka yang sering tidur terlalu lama, akan bangun dengan suasana hati yang kurang menyenangkan. Hal ini dikarenakan fungsi otak penderita hipersomnia tidak bisa bekerja dengan maksimal, dan tubuh orang tersebut akan mengalami kelelahan yang cukup ekstrem.

Sehingga, penderita hipersomnia sering merasa kesal dan berujung pada depresi. Bahkan bukan tidak mungkin depresi ini bisa menyebabkan seseorang ingin berlama-lama di tempat tidur.

2. Obesitas

Menurut dr. Resthie, sebuah studi yang dipublikasikan di PLOS One, meneliti hubungan antara tidur dengan berat badan pada 24.671 orang dewasa. Hasil membuktikan bahwa mereka yang tidur terlalu lama akan cenderung berisiko lebih tinggi mengidap obesitas. Meski belum jelas apa yang menyebabkan para penderita hipersomnia obesitas, tapi studi tersebut mengatakan bahwa obesitas dan tidur lama memang ada kaitannya.

3. Sakit Kepala Berlebihan

Ketika Anda tidur terlalu lama, zat serotonin yang ada di dalam otak akan meningkat dan menyebabkan rasa sakit kepala yang hebat ketika Anda membuka mata.

4. Penyakit Jantung

“Studi lainnya yang dilakukan oleh The Nurses Health Study menunjukan bahwa 72.000 perawat wanita di Eropa yang tidur selama 9 sampai 11 jam di malam hari, memiliki risiko 38 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung koronerdibandingkan wanita yang tidur dengan durasi maksimal 8 jam setiap malam, ” ujar dr. Resthie.

5. Gangguan Toleransi Glukosa

Toleransi glukosa mengacu pada kemampuan tubuh untuk memproses gula. Jika toleransi glukosa terganggu akan terjadi resistensi insulin yang merupakan faktor penyebab munculnya diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Sebuah studi yang mengamati kebiasaan gaya hidup dari 276 orang selama enam tahun mengungkapkan, orang dengan durasi tidur yang panjang dan pendek cenderung mengalami gangguan toleransi glukosa dan diabetes, dibanding mereka yang tidur dengan durasi normal.

Agar kualitas tidur tetap terjaga

“Kualitas tidur terbaik bagi setiap orang adalah 7 hingga 8 jam setiap harinya. Untuk mendapatkan durasi tidur yang berkualitas seperti itu, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan. Misalnya seperti olahraga rutin dan teratur. Olahraga selama 30 menit dalam sehari bisa membantu Anda mendapatkan kualitas tidur yang terbaik,” jelas dr. Reshite.

Selain itu, usahakan untuk memiliki jadwal tidur yang teratur. Ini artinya, Anda harus tidur dan bangun pada jam yang hampir sama meskipun pada hari libur.

Biasakan juga tidur dalam kondisi ruangan yang gelap. Tidur dalam keadaan terang menyebabkan seseorang bangun dalam keadaan lelah. Perlu diingat pula, jangan gunakan ponsel atau menonton televisi dari tempat tidur karena kedua hal ini bisa mengganggu waktu tidur Anda.

Usahakan untuk menggunakan kasur matras yang baik saat tidur. Kasur matras yang baik bukan sekadar nyaman, melainkan juga dapat menjaga postur tubuh tetap sempurna saat Anda memejamkan mata. Jika berbaring telentang, kasur matras yang baik harus bisa menyangga punggung untuk tetap berada pada keadaan lurus.

Jika Anda merasa sering mengantuk atau butuh waktu tidur yang lebih banyak daripada orang kebanyakan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Hal ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada suatu penyakit yang mendalangi rasa kantuk Anda.

Hindari terlalu banyak tidur di akhir pekan maupun di hari biasa jika tak ingin kesehatan Anda terancam. Terapkanlah pola tidur teratur, dengan kualitas dan kuantitas sesuai anjuran.(RPA/klikdokter)

*Berita ini juga disiarkan jpnn.com pada edisi Rabu 13 november 2019