Selasa, 18 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



5 Nelayan Gorontalo Utara Nyaris Tewas

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Minggu, 29 Januari 2017 | 22:30 PM Tag: , ,
  

“Dorang (Olin dkk) bilang dorang somo batunggu sampe pagi di bagan, karna biasa kalo ombak basar malam bagitu depe pagi so tenang ulang, kebetulan juga dorang bawa persediaan makanan,” kata Tamin saat diwawancarai Gorontalo Post.

Pagi harinya, lautan belum juga tenang. Bahkan, kondisi bagan sebagiannya sudah hancur dan tenggelam karena terus dihantam ombak. Amsa Akuba yang tak kuasa menahan guncangan bagan yang terus terombang-ambing ditengah lautan sejak malam harinya itu, pun sudah terbaring lemah di atap bagan, sementara 4 nelayan lainnya berusaha bertahan ditengah kondisi yang sangat mengancam nyawa mereka itu.

Olin kembali menelpon Tamin untuk meminta pertolongan. Tamin pun segera menghubungi petugas Basarnas dan Polair. Tepat pukul 09.30 wita, tim evakuasi tiba di pelabuhan Kwandang dan langsung menuju TKP dengan menggunakan kapal Basarnas.

Sejumlah masyarakat sekitar pun ikut dalam evakuasi ini. Tim evakuasi yang tiba di TKP pukul 11.30 wita, langsung mengevakuasi para nelayan yang sudah dalam kondisi lemah ini ke atas kapal.

Amsa Akuba yang sudah terbaring kritis di atap bagan pun langsung ditandu. Kapal KN SAR SAMBA yang sudah memuat para korban tiba dipelabuhan Kwandang pada pukul 13.30 wita. Mobil ambulans yang sudah menunggu dipelabuhan segera mengangkut Amsa Akuba menuju Rumah Sakit Zus Kwandang.

Saat dikonfirmasi, Kasub Seksi Operasi SAR Gorontalo, Saktianto mengatakan, meskipun cuaca tak memungkinkan, pihaknya tetap memutuskan untuk melakukan proses evakuasi karena kondisi bagan yang sudah akan tenggelam dan mengancam nyawa para nelayan yang sudah semalaman berada ditengah laut.

“Proses evakuasi sedikit terkendala karena cuaca ekstrim di tengah lautan yang sangat berombak. Masyarakat yang ikut dengan kami pun semuanya sampai muntah, padahal mereka semuanya juga rata-rata nelayan,” tutur Saktianto.

Sementara itu Dir Pol Air Polda Gorontalo, Kombes Pol Edion, saat dikonfirmasi mengatakan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja Amsa Akuba yang kondisinya kritis karena tidak sanggup lagi bertahan setelah 12 jam berjuang di tengah lautan ganas.

“Kami menghimbau kepada seluruh nelayan untuk menghentikan dulu aktifitas melaut disaat cuaca ekstrim karena sangat membahayakan,” himbaunya. (tr-55/hargo)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar