Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



65 Rumah Bantuan Nelayan Mubazir

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 3 Desember 2016 | 12:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id LIMBOTO – Keinginan masyarakat nelayan di Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto untuk mendapatkan rumah yang layak jauh dari harapan.

Buktinya, sebanyak 65 unit rumah bantuan dari Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) yang dibangun untuk para nelayan setempat justru mubazir.

Pasalnya, proyek perumahan nelayan yang telah menelan anggaran miliaran rupiah tersebut terendam air sejak dibangun. Akibatnya para penghuni yang tinggal di rumah itu malah memilih untuk mingggat.

Pantauan Gorontalo Post Jumat (2/12), air yang berasal dari danau Limboto yang merendam rumah itu tingginya sekira 50 centimeter.

Bahkan, airnya sudah berwarna hijau lumut, dikhwatirkan tumbuh jentik-jentik nyamuk Demam Berdarah (DBD). Beberapa penghuni rumah yang masih bertahan di rumah tersebut aktifitasnya terganggu dengan kondisi tersebut.

Tampak seorang nenek sibuk mengepel lantai teras rumah yang penuh dengan kotoran bercak-bercak air bercampur lumpur. Latif Ibrahim (38) salah serorang penghuni rumah saat diwawancarai Gorontalo Post mengatakan, dirinya bersama keluarganya sudah enam bulan tinggal di rumah tersebut.

“Kami terpaksa bertahan di rumah ini karena tak ada tempat tinggal lagi selain tinggal di rumah itu,”kata Latif Ibrahim.

Dijelasknya, penyebab air merendam rumah-rumah mereka karena luapan air yang berasal dari danau Limboto. Akibat kondisi ini pihaknya sangat terganggu untuk melakukan aktifitas khususnya di luar rumah. Latif juga mengakui, sebelumnnya penghuni rumah nelayan itu sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK).

Namun, seiring hanya berselang beberapa bulan, para penghuni rumah sudah mulai minggat satu-persatu. Sisanya tinggal 9 KK saya yang tinggal dirumah itu. Artinya ada sebanyak 65 rumah yang takditempati.Yang bertahan tinggal tersisa sembilan KK saja.

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian atas kondisi yang kami alami ini. Kami ingin ada solusi agar rumah bantuan yang kami tempati sudah tidak terendam seperti ini lagi,”harapnya.

Sahril PPK di PU Kimpraswil yang membidangi perumahan rakyat saat dikonfirmasi Gorontalo Post mengatakan, perumahan itu dikerjakan oelh PU Kimpraswil Kabupaten Gorontalo. Sementara PU Kimpraswil Provinsi Gorontalo hanya sebatas meresmikan saja.

“Itu bukan PU Provinsi Gorontalo yang melaksanakan, melainkan PU Kabupaten Gorontalo,”katanya. (tr-50/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar