Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



7 Hektare Sawah di Buntulia Terserang Hama

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 1 Juni 2017 | 15:24 WITA Tag: ,
  


MARISA, hargo.co.id – Kurang lebih ada tujuh hektare lahan persawahan di Kecamatan Buntulia diserang oleh hama penyakit. Diantaranya hama Wereng Batang Coklat (WBP), hama putih palsu.

Setelah diaspirasikan oleh masyarakat kepada dinas terkait, penanganan pun langsung dilakukan yakni dengan melakukan penyemprotan dengan mempergunkan obat hama applaud.

Penyemprotan pula dilaksanakan secara serentak oleh para petani bersama petugas hama dan penyakit provinsi Gorontalo.

Kadis Pertanian Pohuwato, Yance Rumondor melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Meriwati Maku menjelaskan, alhamdulillah penanganan secara dini terus dilaksanakan, guna mengantisipasi serangan hama yang bisa menyebabkan petani gagal panen.

BACA  Gubernur Gorontalo Mediasi Kepemilikan Asrama HPMIG Bandung

“Insya Allah tidak ada gagal panen. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin dan kami pula berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya petani untuk bisa intens melakukan koordinasi dengan penyuluh di lapangan termasuk dengan Dinas Pertanian,” harapnya.

BACA  Jalan di Kota Gorontalo Masih Banyak yang Berlubang

Disisi lain, terkait dengan keluhan masyarakat dimana Dinas Pertanian tebang pilih terkait bantuan untuk calon petani calon lahan (CPCL), di Kecamatan Duhiadaa, sebenarnya itu tidaklah benar.

Mengapa demikian? Dinas Pertanian lewat APBD daerah sudah mengalokasikan benih untuk 1000 hektare lahan milik masyarakat di Kecamatan Duhiadaa, dari total kurang lebih 1.300 hektare.

Sedangkan untuk 300 hektare sisanya lagi, telah dikoordinasikan dengan Kasie Tanaman Pangan provinsi, Nasir Czess akan disalurkan dalam waktu dekat ini, karena 300 hektare tersebut diusulkan lewat APBD provinsi bersama beberapa kecamatan lainnya.

BACA  Idris Rahim Sebut Penyuluh dan Kader BKKBN Ujung Tombak Penurunan Stunting

“Pada dasarnya tidak ada tebang pilih atau pilih kasih dalam penentuan CPCL. Persyaratan usulan yang mnejadi penetapan surat keputusan CPCL, kriterianya disesuaikan dengan usulan dari penyuluh dan tidak ada kriteria khusus, dimana yang terpenting adalah petani tersebut adalah petani pemilik lahan atau petani penggarap,” pungkasnya. (kif/hargo)


Komentar