Selasa, 15 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



7 Jam, Sulut-Gorontalo Padam Total

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 11 Oktober 2017 | 17:45 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Lebih kurang tujuh jam lamanya. Pasokan listrik di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) padam total, Selasa (10/10). Belum diketahui persis pemicu terjadinya pemadaman.

Ditengarai pemadaman yang melanda dua provinsi itu akibat sambaran petir pada jaringan Sulutgo. Diperkirakan gangguan tersebut terjadi pada jaringan interkoneksi yang menghubungkan antara Gardu Induk (GI) Lopana, Amurang dan GI Teling, Manado.

“Dilihat dari sambarannya dan arusnya besar dan kenanya 3 pasak, bisa saja itu petir. Karena cukup besar itu. Tapi Rekan-rekan kita di AP2B (Area Panyaluran dan Pengatur Beban) Minahasa sampai sekarang (semalam, sekitar pukul 21.00 Wita,red) masih mengecek di lapangan,” ungkap Manager PLN Area Gorontalo Nayusrizal ketika dihubungi Gorontalo Post tadi malam.

BACA  Gubernur Gorontalo Respon Baik 'Curhatan' Pokja Pengadaan Barang dan Jasa

Menurut Nayusrizal, sambaran petir itu sifatnya dugaan. Pasalnya, setelah dilakukan pengecekan dilapangan tidak terjadi longsor atau gangguan lain. Seperti adanya tiang listrik yang roboh ataupun kabel putus.

“Itu (petir,red) baru dugaan sementara, karena di area GI Lopana ke GI Teling itu tidak ada longsor atau gangguan lain,” kata Nayusrizal.

Akibat gangguan tersebut, listrik di Sulut dan Gorontalo padam sejak pukul 12.20 wita. Pemadaman itu berdampak signifikan terhadap aktivitas warga. Tak terkecuali aktivitas perkantoran pemerintah maupun swasta.

Salah satunya pelayanan pencetakan plat nomor kendaraan di Samsat Kota Gorontalo. Proses pencetakan yang menggunakan mesin listrik itu sangat membutuhkan pasokan listrik dari jaringan PLN.

“Kita tak bisa mencetak lantaran listrik padam. Kalau padamnya sampai malam hari, otomatis plat nomor yang akan dicetak hari ini harus ditunda sampai esok bila listik sudah kembali normal,” kata Kaur Cek Fisik Samsat Kota Andi Ilham.

BACA  Hasil Rapat Forkopimda Gorontalo, Mes Haji Menjadi Tempat Karantina Pasien Covid-19

Sementara itu keluhan warga atas pemadaman listrik silih berganti. Pasalnya, pemadaman terjadi ketika aktivitas warga terbilang sangat padat. Bahkan hingga menjelang sore, pemadaman listrik masih terus berlanjut.

“Kasihan torang mo kerja pe banyak tugas ndak bisa apa-apa. Listrik mati. Padahal berita di mana-mana katanya listrik Gorontalo sudah melimpah,” kata Nirmawaty salah seorang mahasiswa.

Pada salah satu kantor Bank swasta di Kota Gorontalo, kebakaran nyaris terjadi gara-gara listrik yang padam lalu menyala dan padam lagi.

BACA  Jaringan Irigasi Bongo dan Bulila Direhabilitasi Pemprov Gorontalo

“UPS keluarkan asap, untung tidak terbakar karena listrik mati menyala mati menyala,”ujar salah satu teller saat berbincang dengan koran ini, kemarin. Pantauan Gorontalo Post, aktivitas lalulintas juga terganggu gara-gara listrik padam. Disejumlah simpang empat traffic light padam, kendaraan nampak menumpuk ditengah persimpangan sehingga memicu kemacetan.

PLN berhasil menormalkan kembali sistem kelistrikan Sulut-Gorontalo pada pukul 18.48 WITA. Percobaan penormalan tersebut dilakukan secara bertahap. Pada pukul 13.15 WITA black start berhasil dilakukan dari LMVPP Amurang, dilanjutkan dengan memasukkan tegangan pada setiap Gardu Induk.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh pelanggan dan terimakasih atas pemahamanya,” tulis humas PLN Suluttengo melalu akun facebook.(axl/hargo)

 


Komentar