Senin, 24 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



70 Persen Bacaleg di Kabgor Harus Lengkapi Berkas

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kabar Politik , pada Senin, 23 Juli 2018 | 20:10 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Guna disahkan sebagai calon anggota legislatif (Caleg), ada banyak persyaratan yang harus dilengkapi. Namun, sejak dilakukan verifikasi berkas oleh KPU Kabupaten Gorontalo (Kabgor), ada sebanyak 70 persen Bacaleg yang harus melengkapi berkasnya.

Ini diungkapkan Ketua KPU Kabgor, Rasid Sayiu kepada Hargo.co.id (Gorontalo Post Grup) yang mana menurutnya hasil verifikasi yang dilakukan sejak 5 hingga 18 Juli 2018, 70 persen Bacaleg masih Belum Memenuhi Syarat (BMS).

Hanya saja dirinya belum bisa memberikan penjelasan secara rinci, berapa persen calon laki-laki dan berapa persen calon perempuan yang berkasnya BMS.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Rasid, dari hasil verifikasi dari berkas semua bakal calon, ada yang belum memasukkan ijazah, surat keterangan catatan Kepolisian dan surat keterangan tidak pernah dipidana.

“Ada pula beberapa calon yang masih menjabat sebagai kepala desa, namun belum memasukkan surat keterangan pengunduran diri. Serta surat dari instansi berwewenang terkait permohonan diri yang sementara dalam proses,” urainya.

Lanjut katanya, sekarang telah memasuki tahap perbaikan dari 22 hingga 31 juli 2018. Bacaleg khususnya dari Parpol untuk segera melengkapi berkas perbaikan, sehingga dapat dipastikan apakah berkas sudah valid atau tidak.

“Jika dilengkapi sebelum 31 Juli 2018, maka masih ada waktu untuk mengoreksi atau ada waktu untuk perbaikan,” terangnya.

Apakah Parpol boleh mengajukan calon pengganti ketika da salah satu yang dicoret? Rasid Sayiu menjelaskan, berdasarkan PKPU Nomor 20 /2018, jika calon tersebut dicoret karena kelengkapan berkasnya tidak memenuhi sarat, maka tidak ada pergantian terhadap calon.

Namun jika dicoret karena tidak sesuai dengan pakta integritas yakni, pernah dipidana korupsi, bandar Narkoba serta tindak kejahatan dalam seksual terhadap anak, maka partai bisa memberikan pengganti calon tersebut. Namun hingga saat ini belum ditemukan yang melanggar pakta integritas.

“Terkait pencoretan Bacaleg untuk perempuan, apabila berpengaruh pada 30 persen. Seluruh Caleg untuk satu partai politik pada satu Dapil tersebut dicoret, karena Parpol wajib memenuhi 30 persen untuk perempuan sebagai Bacaleg. Namun jika itu tidak berpengaruh pada 30 persen, maka hanya Caleg bermasalah tersebut yang akan dicoret,” tutupnya. (ded/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar