Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



70 Persen Hepatitis A pada Anak Tak Bergejala

Oleh Tirta Gufrianto , dalam LifeStyle , pada Senin, 14 September 2020 | 11:05 WITA Tag: ,
  PENCEGAHAN: Anak-anak diharapkan mendapatkan vaksin hepatitis A pada usia 2-18 tahun. Vaksin itu akan membantu kekebalan tubuh terhadap virus hepatitis A. (Model: Danisha Sarvenaz. Foto: Angger Bondan/Jawa Pos)


Hargo.co.id – Bagi sebagian orang, hepatitis A mungkin terdengar asing. Padahal, ia dekat dan berbahaya. Pencegahannya pun sebenarnya sederhana. Cukup menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan makanan.

Dilansir dari JawaPos.com, Hepatitis A merupakan peradangan hepar atau hati yang disebabkan virus hepatitis A. Penyakit tersebut bersumber dari kebiasaan tidak bersih. Hepatitis A menular secara fecal-oral. Artinya, virus itu menyebar lewat air atau makanan yang tercemar virus tersebut. ”Misalnya, bahan makanan tercemar atau proses masak kurang higienis. Atau, tidak mencuci tangan sebelum makan,” ungkap dr Lucia P. Retnaningtyas SpA.

Dokter spesialis anak di RS Katolik St Vincentius A Paulo Surabaya itu memaparkan, infeksi tersebut biasanya menyerang komunitas. Misalnya, di sekolah, pondok pesantren, asrama, atau kantor. Hepatitis A pun tidak bisa ditebak. Sebab, spektrumnya luas. Ada yang tanpa gejala (asimtomatik), bergejala, hingga muncul komplikasi.

BACA  Ini Dia Tips Bersepeda untuk Penderita Penyakit Jantung

Menurut Lucia, gejala biasanya muncul rata-rata empat minggu setelah terinfeksi virus hepatitis A. Keluhan umumnya, mual, muntah, serta perut terasa begah (selengkapnya lihat grafis). ”Gejala ini tidak bisa diatasi dengan obat nyeri lambung. Soalnya, yang terinfeksi liver,” tegasnya.

Pada anak-anak, hampir 70 persen infeksi hepatitis A berlangsung asimtomatik. ”Justru dewasa yang memiliki gejala lebih berat. Ada potensi relapse atau kambuh,” kata Lucia. Yang paling mengkhawatirkan, timbul gagal fungsi liver dan komplikasi. Terutama pada orang dewasa dengan gangguan hati serta lansia. ”Risikonya, pasien bisa meninggal atau terpaksa transplantasi hati,” jelasnya.

Hingga kini, belum ada terapi spesifik untuk mengatasinya. Dokter sebatas memberikan hepatoprotector atau obat pelindung liver. Karena itu, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya tersebut menegaskan bahwa tidak ada cara selain mencegah. Langkah preventifnya sebenarnya mudah dilakukan.

BACA  Sulit Bernapas saat Menggunakan Masker? Ini Triknya

”Secara logis, virus hanya bisa dihindari dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta penyiapan makanan dan minuman yang higienis,” paparnya. Prinsip kebersihan tersebut perlu diterapkan konsisten dan sejak dini. Bukan hanya saat terpapar sakit.

Lucia juga menyarankan anak-anak mendapatkan vaksin hepatitis A. Agar lebih optimal, vaksin bisa diberikan mulai anak berusia 2–18 tahun. ”Imunisasi adalah investasi yang baik. Diharapkan, kekebalan tubuh terbentuk dan saat dewasa nggak sampai kena,” tuturnya.

Merujuk rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin hepatitis A diberikan dua kali dengan jarak 6–12 bulan.(jawapos/hg)

GEJALA-GEJALA HEPATITIS A

  • Nyeri perut di bagian kanan atas
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Urine berwarna gelap, mirip teh
  • Ikterus atau kuning
  • Penurunan berat badan

Yuk, Terapkan Kebiasaan Hidup Bersih

  • Cuci tangan sebelum makan.
  • Bersihkan alat makan serta peralatan masak sebelum dan setelah digunakan.
  • Cuci bahan makanan sebelum diolah.
  • Masak makanan hingga matang.
  • Hindari membeli makanan/minuman yang tidak higienis.
  • Bangun sistem pembuangan dan sanitasi yang baik di rumah.
  • Tidak minum air mentah (tidak dimasak).
BACA  Ketahui Dampak Buruk Sikat Gigi Setelah Makan

Kapan Harus ke Dokter?

  • Seseorang yang diketahui kontak dengan pasien hepatitis A, terutama yang berada satu lingkungan. Misalnya, rekan kerja atau teman sekelas.
  • Mual dan muntah parah, disertai nafsu makan turun. Sekitar 42 dari 100 pasien hepatitis A harus dirawat inap karena intake nutrisi yang tidak memenuhi kebutuhan harian.
  • Gejala yang dirasakan amat nyeri dan mengganggu aktivitas.
*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com dengan judul: “70 Persen Hepatitis A pada Anak Tak Bergejala“. Pada edisi Ahad, 13 September 2020.

Komentar