Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



78 Jenderal dan Kolonel TNI AD ‘Nganggur’ Segera Dapat Jabatan Baru

Oleh Jamal De Marshall , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 26 Februari 2020 | 21:05 WITA Tag: ,
  Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )


Hargo.co.id – TNI Angkatan Darat (AD) menggelar rapat pimpinan (rapim) tahun 2020. Pada agenda ini, TNI AD melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja dan anggaran 2019, sekaligus membuat perencanaan program untuk 2020.

Rapim dihadiri oleh seluruh Perwira Tinggi (Pati) TNI AD yang berdinas di dalam maupun di luar struktur TNI AD. Hal ini berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya yang hanya melibatkan pati di dalam struktur internal. Total ada 834 prajurit yang hadir dalam rapim ini.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, salah satu pokok pembahasan dalam rapim sekarang yakni terkait reorganisasi atau perubahan struktur di TNI AD. Sebab sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyetujui penambahan jabatan di tubuh TNI.

BACA  Ketua KPU Arief Budiman Positif Tertular Covid-19

“Pada saat awal tahun lalu saya masuk ke sini (menjadi KSAD-Red) itu ada 78 perwira tinggi, bintang 1, bintang 2, bintang 3, kemudian 502 kolonel nggak punya jabatan,” kata Andika di Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).

Andika menjelaskan, di tubuh TNI AD ada 239 jabatan pati yang siap diisi. Seleksi penempatan jabatan akan dipimpin oleh Kepala Staf Umum (Kasum) Mabes TNI Letjen Joni Supriyanto, melalui Dewan Jabatan Tinggi (Wanjakti).

BACA  Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Ketua KPU Arief Budiman Pergi ke Dua Kota Ini

“Dengan nanti diputuskan dalam Wanjakti, dikeluarkan keputusan Panglima. Praktis tidak ada lagi perwira tinggi yang tidak punya jabatan,” imbuhnya.

Proses seleksi di Wanjakti akan dimulai pada Jumat (28/2) mendatang. Dalam jabatan baru ini, TNI AD juga rencananya akan menambahkan Komando Resimen Militer (Korem) dan Komando Daerah Militer (Kodam) di daerah. Hanya saja Andika belum merinci hal itu.

BACA  Mendagri Beri Penghargaan pada Pasangan Calon Kada yang Tertib

“Korem yang kita tambah adalah korem di Kalimantan Utara, yang tadinya tidak ada, sekarang menjadi ada,” tandasnya.

Selain itu, Korem-Korem yang saat ini sudah ada juga akan dinaikan statusnya. Jika sebelumnya dijabat oleh perwira berpangkat Kolonel, maka sekarang akan dijabat oleh perwira berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen). Kenaikan kepangkatan ini akan diikuti oleh jajaran di bawahnya.

*Berita ini juga terbit di jawapos.com edisi 25 februari 2020


Komentar