Kamis, 30 Juni 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



80 Persen Lokasi Pilkada 2017 Tak Semarak, Kampanye Sepi, Partisipasi Masyarakat Minim

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 23 Desember 2016 | 15:00 Tag:
  

 

JAKARTA, Hargo.co.id – Semarak pelaksanaan pilkada 2017 rupanya tidak berjalan merata. Dari 101 daerah peserta, hanya segelintir yang dirasa ramai dengan hiruk pikuk pesta demokrasi. Sementara itu, mayoritas daerah lainnya dinilai sepi dan minim antusiasme masyarakat.

”Lebih banyak daerah yang sepi sebenarnya. Bahkan, sekitar 80 persen sepi,” ujar Ketua Tim Monitoring Pilkada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hariadi dalam rapat monitoring bersama KPU di kantor Kemendagri, Jakarta, kemarin (22/12).

Hariadi menjelaskan, ada beberapa indikator yang dijadikan ukuran dalam menilai kesemarakan. Mulai sepinya kegiatan kampanye dari keterlibatan masyarakat, minimnya alat peraga di jalanan, hingga seberapa jauh masyarakat tahu akan calonnya.

”Ada masyarakat yang baru sadar ada pilkada saat kami tanya,” imbuhnya.

Selain sosialisasi yang minim, Hariadi menilai minimnya kreativitas dalam mengajak partisipasi masyarakat belum terbangun. Metode maupun pola sosialisasi model lama masih mendominasi di banyak daerah. Akibatnya, gagal dalam menggugah antusiasme masyarakat.

Karena itu, di sisa waktu yang ada, dia berharap KPU maupun pasangan calon mencoba kampanye yang baru. Jika menarik dan sesuai kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing, dia yakin hasilnya bisa lebih maksimal.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, jajarannya di 101 daerah sudah bekerja maksimal. ”Teman-teman daerah sudah optimal melakukan upaya sosialisasi, pendidikan pemilih, dan sebagainya,” ujarnya.

Namun, jika pilkada dirasa belum semarak, Ferry menilai beban tersebut jangan hanya ditimpakan kepada penyelenggara. Apalagi, kemampuan sumber daya manusia dan anggaran yang dimiliki juga terbatas. Selain itu, pilkada bukan hanya hajat penyelenggara, melainkan semua komponen yang terlibat. Mulai pasangan calon, partai politik, pemerintah, organisasi masyarakat, hingga masyarakat umum.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar