Minggu, 18 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



85 Persen Nitizen Menolak Revisi UU KPK

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara News , pada Minggu, 21 Februari 2016 | 16:39 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, JAKARTA – Revisi UU No.30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi, kini mulai gencar di wacanakan oleh anggota DPR RI, Menanggapi hal ini Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melibatkan netizen untuk memetakan sikap antara menolak dan mendukung revisi terhadap aturan bagi lembaga atikorupsi itu.

BACA  Viral! Pengemudi Fortuner Bergaya Koboi, Mengacungkan Senjata Usai Tabrak Pemotor

Partai yang dipimpin Grace Natalie melibatkan netizen dengan menjaring pendapat netizen lewat sebuah polling sederhana melalui akun Twitter resminya. Tanda pagar yang digunakan adalah #PSITwitPolls.

#PSITwitPolls yang diadakan selama 24 jam itu diikuti sekitar 2.641 orang pengguna Twitter. Dari hasil polling ini, mayoritas nitizen menolak adanya perubahan atau revisi terhadap Undang-undang tersebut.

BACA  Usai Dideportasi dari PNG, Begini Pengakuan Gubernur Papua Lukas Enembe

“Ada 2.244 orang menyatakan #TolakRUUKPK sementara sisanya 15% menyatakan tidak ikut dalam penolakan itu,” cuit @psi_id.

“Artinya setidaknya masih ada 85% rakyat Indonesia yg menghendaki @KPK_RI utk berdiri menuntaskan tugasnya. #TolakRUUKPK,” kicaunya lagi.

BACA  Kemensos Salurkan Bantuan Korban Gempa Malang, HNW: Ahli Waris Korban Covid-19 Seharusnya Juga Dibantu

Pada Rabu lalu, PSI menggelar diskusi “Kenapa Tolak Revisi UU KPK?” di Kedai Tempo Utan Kayu, Jakarta. Hadir sebagai pembicara Zaenal Arifin Muchtar (PUKAT UGM), Tama S. Langkun (ICW), Bambang Widjojanto (mantan komisioner KPK), Grace Natalie (Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia). (awa/jpg/jpnn/hargo)


Komentar