Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



850 Hektar Persawahan Akan Dioptimalkan

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Kamis, 15 Desember 2016 | 13:20 WITA Tag: , ,
  


 

Hargo.co.id GORONTALO – Sebagai ibukota provinsi, Kota Gorontalo merupakan kotamadya yang masih memiliki areal persawahan yang cukup luas meski kini kian tergerus oleh pembangunan.

Saat ini, luas lahan persawahan di Kota Gorontalo tinggal sekitar 850 hektar. Menurut Kepala DKPPKP Fitri Bagu, saat ini luas areal persawahan di

Kota Gorontalo kian tergerus oleh serangkaian kegiatan pembangunan mulai dari perumahan, gedung perkantoran maupun sarana-sarana lainnya.

BACA  Sri Mulyani Optimis Indonesia Bisa Hindari Ancaman Resesi

Saat ini, luas lahan persawahan tinggal 850 hektar dan merupakan areal persawahan terkecil. Namun untuk menopang kebutuhan pangan warga Kota Gorontalo,

pihaknya akan melakukan berbagai upaya dalam mengoptimalkan sisa lahan yang ada.

“Kita berupaya akan mengoptimalkan lahan yang ada dengan sebesar-besarnya, dengan peningkatan produksi serta mengoptimalkan penggunaan sarana produksi seperti penggunaan benih bermutu tinggi harus dikedepankan,” jelas Fitri.

BACA  5 Cara Alternatif Dapat Penghasilan Tambahan Selama Pandemi

Disisi lain, penggunan benih unggul bermutu tinggi disertai alat pertanian yang canggih akan menjadi faktor penentu keberhasilan peningkatan produksi pertanian khususnya di Kota Gorontalo.

“Kita optimis, dengan penggunaan benih unggul yang bermutu tinggi juga alat pertanian yang memadai kami proyeksikan lahan sawah yang biasanya hanya menghasilkan 6 sampai 7 ton padi per hektar bisa menghasilkan 8 sampai 9 ton padi per hektar,” katanya optimis.

BACA  Gaji ke-13 ASN dan TNI-Polri Cair Agustus, Tak Berlaku untuk Pejabat Eselon I-II

Upaya ini pula disikapi positif oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah yang memberi stimulan berupa pemberian bantuan benih dan parsarana pertanian lainnya baik yang diperoleh

dari dana APBN, DAK dan DAU yang diperuntukkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya guna kepentingan pelaku peternakan dan pertanian.(axl/hargo)


Komentar