Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



9 Hari Nol Kasus, Kasus Covid-19 Muncul Lagi di Vietnam

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 4 Mei 2020 | 13:05 WITA Tag: , ,
  ILUSTRASI: Virus Korona (ANTARA)


Hargo.co.id, HANOI – Vietnam sudah mengumumkan bebas virus Korona dalam waktu 9 hari terakhir. Bahkan pemerintah Vietnam sudah membuka status lockdown atau penguncian di beberapa wilayah seperti Hanoi dan beberapa wilayah lainnya, tetapi dengan tetap menerapkan batas-batas sosial. Tapi ternyata, kasus baru Covid-19 muncul lagi di negara itu.

Kasus baru berasal dari kasus impor atau imported case seperti yang dilansir Jawapos.com. Vietnam melaporkan kasus baru pada hari Minggu (3/5). Kasus itu dialami oleh seorang ahli perminyakan asal Inggris. Dia pun dikarantina pada saat kedatangan. Kementerian Kesehatan Vietnam sudah mengkonfirmasi hal itu.

BACA  Semakin Memanas, Aksi Protes Demonstran Robohkan Patung Christopher Columbus

Pasien tersebut adalah seorang ahli Inggris yang tiba Vietnam untuk mengerjakan proyek Petrovietnam. Pasien baru ini menambah daftar jumlah infeksi di Vietnam menjadi 271 orang dengan jumlah kasus aktif menjadi 54 orang.

Namun demikian, Vietnam berhasil mempertahankan rekornya selama 17 hari tanpa transmisi atau penularan lokal. Dari 54 kasus aktif, 14 kambuh.

BACA  Tak Mampu Imbangi Kekuatan Tiongkok, India Pilih Bersikap Lunak

Pasien 271 adalah seorang ahli Inggris berusia 37 tahun dari Vietnam Oil and Gas Group (Petrovietnam). Dia tiba di Bandara Internasional Tan Son Nhat Kota Ho Chi Minh pada 28 April bersama 12 pakar lainnya dengan jet pribadi.

Dalam laporan media lokal, VN Express, Minggu (3/5), semua rombongan yang datang dengan pasien itu dikarantina pada saat kedatangan di Distrik Can Gio dan dinyatakan negatif pada saat kedatangan. Pada 2 Mei, mereka diuji lagi dan satu di antaranya positif. Pasien telah dipindahkan untuk perawatan ke Rumah Sakit Lapangan Cu Chi kota.

BACA  Korban Tewas Bertambah, Rusuh Etnis di Ethiopia Makin Mencekam

Lebih dari 30 ribu orang dikarantina di negara itu. Dan ada 246 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dicurigai di rumah sakit khusus. Ada lebih dari 5.700 di fasilitas terpusat dan sisanya di rumah.(ksw/mhv/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul yang sama. Pada edisi Minggu, 3 Mei 2020

Komentar