Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



9 Teroris Ini Berkaitan Langsung dengan Aksi Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 23 Juni 2017 | 05:00 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Polri telah menetapkan 36 orang sebagai tersangka kasus terorisme. Dari 36 orang itu, sejumlahnya berkaitan langsung dengan aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, ada total 9 orang yang berkaitan langsung dengan serangan berdarah menjelang Ramadan. “Dari pemeriksaan, ada sembilan tersangka yang terkait dengan Kampung Melayu,” kata Setyo, Kamis (22/6).

Dia menuturkan, para teroris itu yakni Jajang Iqin Shodikin yang ditangkap pada 25 Mei 2017 di parkiran mobil gedung Pasar Baru Trade Center Bandung. Keterlibatan yang bersangkutan karena mengetahui perencanaan aksi teror bom bunuh diri di Kampung Melayu dan sebagai anggota JAD.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto memperlihatkan barang bukti dari terduga teroris yang ditangkap Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto memperlihatkan barang bukti dari terduga teroris yang ditangkap Polri. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

Lalu ada Waris Suyitno yang ditangkap di Jalan Rancasawi, Mekarjaya, Bandung, pada 25 Mei 2017. Peran yang bersangkutan yakni mengetahui perencanaan aksi teror bom bunuh diri di Kampung Melayu.

Kemudian ada Asep Sofyan. Dia ditangkap di Jalan Raya Mohammad Toha, Kampung Nabakan Sangkurian, Dayeuh Kolot, Bandung, pada 25 Mei 2017. Keterlibatan yang bersangkutan karena mengetahui perencanaan aksi teror bom di Kampung Melayu.

Selanjutnya ditangkap atas nama Kiki Muhammad Iqbal. Oleh Densus 88, dia ditangkap di Jalan Cipacing, Kabupaten Bandung, pada 5 Juni 2017. Kiki ditangkap karena sempat motivasi kepada dua pelaku bom bundir Kampung Melayu.

“Ada Heri Sundana yang ditangkap di dekat Masjid Paledang, Jawa Barat, pada 31 Mei 2017. Keterlibatan dia dalam teror di Kampung Melayu yakni mengetahui perencanaan aksi teror bom di Kampung Melayu,” kata Setyo.

Lanjut Setyo menerangkan, pelaku lainnya ada Rohim als Bontot. Dia ditangkap di Cipayung Jakarta Timur, pada 27 Mei 2017. Keterlibatan Rohim dengan aksi teror di Kampung Melayu yakni orang yang diamanahi teroris di Kampung Melayu untuk mengamankan motor.

Lalu ada  Agus Suryana yang ditangkap di Cipayung, Jakarta Timur, pada 30 Mei 2017. Dia disebut sempat menemui pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu; sebelum terjadi ledakkan.

Kemudian ada Muslih yang ditangkap di Jalan Jamawi, Sindangsaru, Kota Bandung, pada 7 Juni 2017. Keterlibatan dia yakni mengetahui perencanaan aksi teror di Kampung Melayu.

Dan terakhir ada Wachidun Triyono yang ditetapkan tersangka tim Densus 88. Dia ditangkap di Jalan Jati Kaler, Kota Bandung. Keterlibatan Triyono karena mengetahui perencanaan aksi teror bom di Kampung Melayu. (hg/elf/JPG)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar