Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



90 Industri Menjaring Wisman di ITB Asia 2016 Singapura

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 19 Oktober 2016 | 20:45 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id JAKARTA – ITB Asia 2016 Singapore tidak pernah dilewatkan Menpar Arief Yahya untuk tampil all out. Pertama, selama puluhan tahun, hingga 2015, Singapore adalah pasar utama Indonesia. Originasi yang jumlah wismannya paling besar, sebelum akhirnya disalip China di semester II tahun 2016 ini.

Kedua, penyelenggaranya memang dienders khusus oleh tim ITB — Internationale Tourismus-Borse—Berlin, adalah jagoan nomor wahid yang setiap tahun menjadi travelmart terbesar di dunia. Mereka berkolaborasi dengan Singapore untuk membuat pertemuan seller dan buyer industry wisata itu.

Ketiga, kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang cukup berdampak pada jumlah wisman masuk dari Kepri, yang Batam, Bintang, Tj Balai Karimun, Anambas dan Natuna meningkat. Tidak hanya Singaporean, tetapi warga Negara mana saja yang transit dari Singapore. “Tahun ini, tepatnya 19-21 Oktober 2016, forum Business to Business (B to B) ini akan tetap menjadi prioritas kegiatan selling kami,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata Indonesia.

BACA  Saudi Izinkan Umrah, 253 Jemaah Asal Indonesia Berangkat Hari ini

Di ITB Asia, Kemenpar akan mengikuti kegiatan travel trade show terbesar di “Kota Singa” itu. Gedung tata arsitekturnya unik dan mirip kapal terdampar di atas tiga pilar di udara itu.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, I Gde Pitana mengatakan, Indonesia secara rutin mengikuti ITB Asia di Singapura. Keikutsertaan kali ini juga untuk mempromosikan sekaligus mempertahankan eksistensi pariwisata Indonesia di dunia khususnya kawasan ASEAN.

“ITB Asia adalah tempat yang potensial untuk mempromosikan pariwisata Indonesia karena merupakan pameran business to business yang memungkinkan para pelaku industri di Indonesia memperluas jejaring pasar mereka,” kata Pitana.

BACA  Protes Penghinaan Nabi Muhammad, Foto Presiden Prancis Dijadikan Keset

Bursa Pariwisata yang diselenggarakan oleh Messe Berlin (Singapore) ini merupakan penyelenggaraan yang ke-9 kalinya. Pitana mengatakan, pada partisipasi tahun ini Indonesia menampilkan paviliun seluas 405 m2 (45 booth) dengan menonjolkan keindahan dan kemegahan perahu phinisi sebagai salah satu kekayaan khas budaya nusantara.

Peserta yang bergabung dengan booth Indonesia terdiri dari 90 industri pariwisata Indonesia (TA/TO, Hoteliers, DMO), yang berasal dari 14 destinasi dari berbagai provinsi. Yaitu Jakarta (13), Jawa Barat (1), Jawa Tengah (1), Jawa Timur (3), Bali (53), Yogyakarta (2), Kalimantan Tengah (1), Kepulauan Riau (5), Nusa Tenggara Barat (4), Nusa Tenggara Timur (1), Papua Barat (1), Sulawesi Selatan (2), Sulawesi Tenggara (1), Sumatera Barat (2).

BACA  Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Tetapkan Tersangka Baru

Untuk memperlancar kegiatan ini, Kemenpar telah dua kali melakukan Rapat Koordinasi dan Exhibitor Briefing di Bali. “Kami membawa delegasi yang akan aktif berpartisipasi terdiri dari 90 industri dari destinasi-destinasi unggulan di Indonesia. Mereka akan membawa paket-paket wisata yang tentunya sudah siap untuk ditawarkan kepada para buyers,” kata Pitana.

Selain itu, ada dua Dinas Pariwisata Daerah, yakni Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Malang yang membawa serta 7 industri pariwisata dan juga 2 peracik kopi yang akan menawarkan kopi khas Indonesia. Juga Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Laman: 1 2 3


Komentar