Jumat, 14 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



92 Ribu Ha Hutan Konservasi di Gorontalo Rusak

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 6 Desember 2016 | 12:55 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Provinsi Gorontalo memang sangat kaya dengan sumber daya alam (SDA) terutama terkait dengan SDA kehutanan.

Luas kawasan Hutan Gorontalo sekitar 768,726 ha atau sekitar 60 persen dari luas wilayah Gorontalo.

Dari total itu, luas hutan konservasi 196,653 ha. Hutan konservasi yang terluas yakni Taman Nasional Bogani-Nani Wartabone seluas 110 ribu ha, kemudian Suaka Marga Satwa Nantu seluas sekira 53 ribu ha.

BACA  Kamis, 06 Mei 2021, Tepat Pukul 00.00 Wita, Pintu Masuk Gorontalo Dikunci

Sisanya kawasan konservasi lainnya seperti Cagar Alam Tanjung Panjang, Hutan Mangrove Bajo, Cagar Alam Tangale, juga Kawasan Gunung Pani.

Sayangya, meski telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi, sumber daya yang menjadi jantung keanekaragaman hayati sekaligus sumber oksigen bagi kehidupan itu tidak luput dari ancaman tangan-tangan jahil.

Upaya oknum-oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan ekonomi, sedikit demi sedikit telah memicu kerusakan.

Yang paling parah yakni kawasan Tanjung Panjang di Kabupaten Pohuwato dengan kerusakan mencapai sekitar 75 – 80 persen kawasan. Penyebab utamanya adalah alif fungsi kawasan menjadi lahan tambak.

BACA  Jelang Penutupan Perbatasan, Ini yang Dilakukan Pemprov Gorontalo

Kerusakan lainnya yang juga masih berada di wilayah Kabupaten Pohuwato yakni Hutan Mangrove di Desa Bajo, Kecamatan Torosiaje. Dari luas lebih kurang 135 ha, kerusakan yang terjadi diperkirakan mencapai 20 persen.

Sama halnya pula dengan di kawasan Hutan Nantu, serta Taman Bogani-Nani Wartabone. Secara keseluruhan, dari total luasan Hutan Konverasi yang ada sebanyak 46,74 persen atau seluas 92.353 ha dalam keadaan rusak/kritis.

BACA  Mulai 1 Mei 2021, Pintu Masuk Gorontalo Dijaga Ketat 

Sejalan dengan ulah dari tangan-tangan jahil itu, pemerintah Provinsi Gorontalo serta pemerintah kabupaten/kota sertentak menggelorakan program baik berkaitan dengan rehabilitasi kawasan yang rusak, maupun perawatan kondisi yang sudah sukses direhabilitasi. Dalam pelaksanaan program, pemerintah juga turut melibatkan masyarakat.

Laman: 1 2


Komentar