Rabu, 7 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



95 Bupati Kumpul di Kabgor

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Metropolis , pada Rabu, 15 November 2017 | 23:00 WITA Tag: , , , , , ,
  


Hargo.co.di LIMBOTO – Kabupaten Gorontalo tak henti-hentinya menjadi tuan rumah hajatan nasional. Setelah Festival Danau Limboto pada September 2017, kini Kabupaten Gorontalo akan menjadi tuan rumah Temu Nasional Penghasil Kelapa. Kegiatan pertama yang dijadwalkan pada 27 November itu akan dihadiri 95 bupati se-Indonesia.

Para bupati yang akan hadir dan berkumpul di Kabupaten Gorontalo itu berasal dari daerah penghasil kelapa di tanah air. Melalui kegiatan itu diharapkan bisa melahirkan rumusan serta program strategis dalam mengembalikan kejayaan kelapa di Indonesia. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Rahmat Pomalingo mengungkapkan, dulunya Indonesia merupakan daerah penghasil kelapa terbesar di dunia. Akan tetapi beberapa dekade terakhir, produksi kelapa Indonesia kalah bersaing Philipina serta India.

BACA  Gorontalo Tenis Cup 2021 Diharapkan Melahirkan Atlet Muda Berprestasi

“Penurunan produksi itu dikarenakan oleh tak adanya penanaman dan peremajaan. Sehingga produksi yang dihasilkan berkurang,” ujar Rahmat Pomalingo. Karena itu, lanjut Rahmat Pomalingo, permasalahan yang ada serta rumusan kebijakan untuk meningkatkan produksi kelapa akan dibahas dalam pertemuan Temu Nasional Penghasil Kelapa. “Pertemuan ini rencananya akan diikuti oleh 95 kepala daerah penghasil kelapa,” kata Rahmat Pomalingo.

Di Kabupaten Gorontalo, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, luas areal perkebunan kelapa sekitar 21.776 hektar. Wilayah perkebunan kelapa terbesar berada di Kecamatan Bongomeme (4.237 ha), Tibawa (3.304 ha), Pulubala (3.323 ha), Mootilango (1.143 ha), Asparaga (1.000 ha) serta Limboto (1.126 ha) dan Limboto Barat (1.412 ha).

BACA  Ini Harapan Sekda di Musda DPD Pengajian Al Hidayah Provinsi Gorontalo

Menurut Rahmat Pomalingo, saat ini Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mencoba menginisiasi mempertemukan para kepala daerah penghasil kelapa untuk memikirkan nasib kelapa.

“Kegiatan ini juga merupakan kerja sama Pemkab Gorontalo bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi),” tambahnya.

Pemkab Gorontalo telah menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk pembibitan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan di daerah tersebut. Pengembangan kelapa di daerah itu kembali dilakukan karena kelapa adalah komoditas unggulan yang sudah ada sejak lama tapi sempat terlupakan.

BACA  TP-PKK Kabupaten Gorontalo Resmi Dilantik

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, buah kelapa memiliki banyak manfaat, mulai dari serabut, tempurung, air, batang, akar hingga daun. Selain itu kata Nelson, harga kelapa saat ini sedang bagus dan tren menunjukkan bahwa jika dikelola dengan baik, maka pihaknya akan mengimpor kelapa keluar negeri. “Oleh karena itu kami mulai mendorong kembali pengembangan kelapa, bahkan untuk tingkat nasional kami telah membuat koalisi pemerintah daerah penghasil kelapa yang terdiri dari 95 kepala daerah dan saya adalah koordinatornya,” ujar Nelson. (nat/hargo)


Komentar