Minggu, 13 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Abaikan SIKM, Pelaku Perjalanan dari Sulut Terkonfirmasi Positif Covid-19

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Jumat, 26 Juni 2020 | 09:05 WITA Tag: , ,
  dr. Trianto Bialangi, Jubir Gugus Tugas Provinsi Gorontalo. (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Upaya Pemprov menekan angka kasus Covid-19 dengan cara mewajibkan setiap warga yang masuk ke Gorontalo harus mengantongi surat bebas Corona yang dituangkan dalam Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) perlu didukung masyarakat.

Betapa tidak, kebijakan ini menjadi satu kunci sukses pemerintah Gorontalo mengurangi penambahan kasus Covid-19 di serambi Madinah.

Sayangnya, aturan itu masih saja dilanggar oleh masyarakat. Seperti yang dilakukan UB (37) yang datang dari Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Saat masuk Gorontalo menumpangi mobil pick up, UB tidak mengantongi SIKM. Dia berdalih ingin berobat dan ingin dekat dengan keluarga. Setelah berada di Gorontalo, UB masuk rumah sakit dengan keluhan sesak nafas.

BACA  Gubernur Nilai, SUMO Foundation Award Bisa Jadi Inspirasi Warga

“Yang bersangkutan masuk Gorontalo pada tanggal 19 Juni 2020. Ketika diperiksa diperbatasan UB tidak memiliki dokumen rapid dan swab dari daerah asal tapi kondisinya sudah dalam keadaan sakit. Tanggal 22 Juni 2020, UB masuk Rumah Sakit Toto Kabila dengan keluhan sesak nafas,” ungkap dr Triyanto Bialangi selaku juru bicara gugus tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/06/2020).

Setelah dilakukan rapid tes diketahui hasilnya reaktif dan segera diambil sampel untuk swab tes. Hasil swab tes menunjukkan UB terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hal ini merupakan pelajaran yang sangat berarti buat seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo. Pemerintah Provinsi Gorontalo memberlakukan pengecekan di setiap titik pintu masuk baik darat, laut dan udara bagi pelaku perjalanan dengan mengecek Surat Izin Masuk dengan melampirkan salah satunya adalah bebas Covid-19 dengan bukti surat rapid tes non reaktif atau swab negatif,” lanjut Tri.

BACA  Tangani Covid-19, Gubernur Gorontalo Tak Butuh Penghargaan

Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui peraturan Gubernur menerapkan aturan wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi warga yang ingin masuk ke Gorontalo. Hal ini dilakukan sejak masuk masa transisi tatanan hidup baru untuk wilayah Gorontalo.

Aturan ini bukan tanpa latar belakang yang jelas. Menurut dr Tri peraturan ini menjadi penting untuk mendeteksi setiap pergerakan orang keluar masuk Gorontalo.

BACA  Bersih-bersih Lapangan Likada, Cara Merlan Uloli Manfaatkan Akhir Pekan

“Pak Gubernur sudah menegaskan untuk diberlakukannya aturan ini agar kasus seperti ini tidak terjadi. Jangan sampai nanti sudah lama disini baru diketahui bahwa yang bersangkutan ternyata positif Covid-19. Kita tidak tahu dia sudah kemana saja dan melakukan kontak dengan siapa,” pungkasnya.

Dalam aturan tersebut disyaratkan bagi orang yang ingin masuk ke Gorontalo wajib membawa dokumen hasil rapid tes dan swab tes non reaktif atau negatif. Dokumen tersebutlah yang nantinya akan menjadi SIKM setelah di unduh ke aplikasi Sekitar Kita.(adv/rwf/hg)


Komentar