Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Abrasi Sungai Tanjung Harapan Kian Kritis

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Jumat, 25 Agustus 2017 | 11:16 WITA Tag:
  


Hargo.co.id  Gorontalo – Kondisi memprihatinkan dialami sejumlah warga di  beberapa desa di Kecamatan Wonosari, utamanya warga yang mendiami kawasan muara sungai di seputaran Desa Dulohupa dan Desa Tanjung Harapan. Saat ini, bantaran sungai terus mengalami sedimentasi dan makin kritis. Warga setempat menuding fenomena ini sebagai akibat aktivitas penambangan galian C.

Tak sedikit kondisi dialami berupa lonsor pada bagian tebing sungai dan mengancam lahan pertanian, bahkan pemukiman warga. Belum lagi sepanjang areal muara sungai enggan difasilitasi sarana tanggul maupun bronjong.

BACA  Duplikasi Website, Dua WNI Curi Data 30 Ribu Warga AS

Sehingga, begitu curah hujan tinggi mengakibatkan sungai meluap maka otomatis memperluas sedimentasi Ironisnya, rintihan sejumlah warga pemilik lahan yang kian dirugikan belum kunjung ditanggapi penambang galian pasir menggunakan alat berat.

BACA  Jaga Situasi Kamtibmas Saat Ramadan, Tim Reptil Gelar Patroli Rutin

Padahal, menurut warga setempat, Yusuf Lahmutu mengaku pihaknya telah berkali-kali mengingatkan petugas dan pemilik pertambangan galian C agar dapat membuat tanggul. “Perjanjian penanganan tanggul tanggung jawab dari aktivitas galian C. Akhir-akhir ini tidak ada upaya pembuatan tanggul. Kendati tanaman jagung kian hari terbawa arus
sungai akibat sedimentasi,” beber Yusuf.

Buntut kerusakan lingkungan tersebut, pihaknya pun menaruh harapan besar pemerintah baik itu tingkat kabupaten maupun provinsi selaku  penanggung jawab teknis perizinan memikirkan dampak kerugian dan bencana dialami masyarakat.

BACA  Tinjau Pos Larangan Mudik, Ini Penegasan Kapolres Bone Bolango

Ketimbang keuntungan dari izin yang diterima. “Kalau perlu tim dari pemerintah bisa turun ke lokasi. Jangan sampai ini dibiarkan berlarut dan banyak korban dirugikan. Kalau perlu dari penegak hukum turut dilibatkan,” keluhnya.(nrt/hg)


Komentar