Kamis, 13 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Abu Bakar Baasyir dan Gayus Tambunan Dapat Remisi Idul Fitri 2 Bulan

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 25 Mei 2020 | 20:05 WITA Tag: , , ,
  Abu Bakar Baasyir dapat remisi 2 bulan untuk Hari Raya Idul Fitri 1441 H. (Dok JawaPos.com)


Hargo.co.id, BOGOR – Sebanyak 588 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Khusus Klas IIA, Gunung Sindur, Bogor mendapat remisi khusus pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Diantaranya terdapat terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir dan terpidana kasus mafia pajak, Gayus Tambunan.

“Mereka dapat remisi, dua bulan untuk Gayus Tambunan dan satu bulan 15 hari atau 1,5 bulan untuk Abu Bakar Baasyir,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti dikonfirmasi, Senin (25/5).

BACA  Sidang Suap Bansos Covid-19, Sejumlah Pejabat di Kemensos Kecipratan Rp 32 M dari Juliari

Seperti yang dilansir Jawapos.com, Rika menyampaikan, alasan Ditjen PAS memberikan remisi kepada kedua terpidana tersebut karena berkelakuan baik. Keduanya diyakini tidak melanggar peraturan di Lapas.

Terpidana Korupsi Pajak Gayus Tambunan (Muhammad Ali/ Jawa Pos)
Terpidana Korupsi Pajak Gayus Tambunan (Muhammad Ali/ Jawa Pos)

“Peraturan-peraturan lain yang sesuai diterapkan baik persyaratan administratif maupun substantif untuk memenuhi mendapatkan remisi Idul Fitri tahun ini,” ujar Rika.

BACA  Vaksinasi dan Tes Swab Bisa Membatalkan Puasa?

Pemberian remisi tersebut, lanjut Rika, bersamaan dengan remisi 105.325 narapidana dan anak beragama Islam dari seluruh Indonesia yang menerima pengurangan masa pidana atau hak Remisi Khusus (RK) Idul Fitri tahun 2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak 104.960 orang mendapatkan RK I atau pengurangan sebagian dan 365 orang mendapatkan RK II atau langsung bebas.

“Pemberian remisi bukan hanya implementasi pemberian hak yang diberikan negara, tetapi lebih jauh
merupakan apresiasi yang diberikan negara terhadap warga binaan yang telah berhasil menunjukkan
perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas di selama berada di lapas/rutan,” tukas Rika.(bp/mr/jawapos/hg)

BACA  Usai Alom: Ilaga Papua Daerah Keramat, Jangan Main-Main!

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul yang sama. Pada edisi Senin, 25 Mei 2020.

Komentar