Jumat, 25 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ada Hubungan Apa Perusahaan Erick Thohir dengan Jiwasraya?

Oleh Jamal De Marshall , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 29 Desember 2019 | 00:05 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, JAKARTA – Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menepis keterlibatan Erick Thohir dalam kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Menurutnya, Erick Thohir melalui perusahaannya Mahaka Media (ABBA), justru memberikan keuntungan kepada perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

Arya menjelaskan, Jiwasraya membeli saham Mahaka (ABBA) pada 23 Januari 2014 seharga Rp 14,9 miliar. Saat itu, saham ABBA masih berada di posisi Rp 95 per lembar saham.

BACA  KSAD Akan Pecat Prajurit yang Terlibat Perusakan Polsek Ciracas

Tak sampai satu tahun, pada 17 Desember 2014, Jiwasraya pun menjual saham ABBA dua kali.

Dari penjualan saham tersebut, Jiwasraya memperoleh dana Rp 11 miliar dan Rp 6 miliar. Saat itu, harga saham ABBA berada di posisi Rp 114 per lembar saham.

“Keuntungannya ternyata Rp 2,8 miliar. Jadi, Jiwasraya untung ketika beli saham ABBA. Persentase keuntungannya lebih dari 18 persen, ketika beli saham ABBA,” tegas Arya di Jakarta, Jumat (27/12), seperti dikutip dari Rakyat Merdeka RMCO.id

BACA  Kejagung Tunda Proses Hukum Paslon yang Maju Pilkada Serentak 2020

Arya juga menegaskan, semua transaksi tersebut dilakukan Jiwasraya melalui pasar saham. Dengan kata lain, tingkat transparansinya sangat jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

Salah satu penyebab kasus gagal bayar Jiwasraya adalah karena kurang prudent-nya manajemen dalam penempatan investasi saham. Namun, khusus untuk saham ABBA, hal ini justru memberi nilai positif bagi portofolio investasinya.

BACA  Bang Adian Sebut Pemerintah Tak Konsisten, Ini Alasannya

“Beda sama saham yang lain, saham gorengan. Yang ini beda. Dia (Jiwasraya, red) memang beli di market. Jadi, justru untung melebihi bunga bank dan sebagainya. Bahkan, melebihi bunga Jiwasraya Saving Plan mereka,” pungkas Arya. (hes/rmco)

*Berita Ini juga disiarkan oleh jpnn.com pada edisi Sabtu, 28 Desember 2019


Komentar