Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ada Selebaran Berbau Pornografi di Tempat Umum, Adhan Dambea Laporkan ke Polda

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 16 Januari 2017 | 12:12 Tag: ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Jelang waktu pemungutan suara Pilgub Gorontalo, tensi politik terus meningkat.

Jika sebelumnya masing-masing calon hanya saling sindir melalui program saat kampanye, kini dugaan Black Campaign atau kampanye hitam mulai dilancarkan. Hal ini seperti yang menimpa salah satu calon wakil Gubernur Gorontalo, Adhan Dambea.

Sabtu (18/1) kemarin, Adhan Dambea mendatangi kantor Mapolda Gorontalo. Kedatangan mantan Walikota Gorontalo itu untuk melaporkan dugaan Black Campaign yang menimpanya beberapa waktu lalu dan diduga dilakukan oleh salah seorang tim sukses lawan berinisial RT.

Adhan Dambea mengungkapkan, dugaan pencemaran nama baiknya ini dilakukan dengan menyebarluaskan selebaran yang memuat gambar pornografi disejumlah tempat umum.

Merasa harga diri dan nama baiknya dicemarkan dengan bukti yang tidak kuat dan terkesan mengada-ada, dirinya langsung melapor ke pihak yang berwajib, agar bisa diproses hukum.

“Hal seperti ini sudah pernah saya alami ketika maju dalam Pemilihan Walikota 2013 lalu. Mereka menyebarkan majalah ‘Delik’ yang isinya menjelek-jelekan saya, makanya saya sudah tidak kaget lagi. Karena yang melakukan hal ini, orangnya itu-itu saja, dengan kelompok yang sama,” ujarnya beberapa saat usai melapor di SPKT Polda.

Tak hanya itu, Adhan juga mengungkapkan, sebelumnya RT yang diduga menjadi otak penyebaran pamflet berisi Blackcampaign itu sempat menyampaikan isi pamflet itu saat berkampanye untuk salah satu pasangan Cagub-Cawagub yang selama ini menjadi lawan politik Adhan.

“Dia juga membuat pernyataan di koran yang terbit di hari Jumat (13/1) kemarin. Jadi menurut saya yang menyebarkan selebaran ini bukan orang lain, tapi sudah jelas dia. Sehingga saya memutuskan untuk melaporkannya hari ini,” tambah Ketua DPD Partai Hanura ini.

Disamping itu menurut Adhan sendiri, perbuatan maksiat seperti yang tercantum dalam pamflet itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin.

Adhan juga mengatakan, mendapat fitnah seperti itu sudah pernah dialaminya sejak dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Gorontalo Hingga dirinya mencalonkan kembali untuk maju dalam Pemilihan Walikota Gorontalo 2013 lalu.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar