Jumat, 14 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



ADHA-CBD Pilih Konsen Kampanye

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 2 Maret 2018 | 10:09 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id– Putusan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) terhadap gugatan Marten Taha-Ryan F. Kono (MATAHARI) akan dibacakan, Sabtu (3/3). Menjelang pembacaan putusan Panwaslu, kubu Adhan Dambea-Hardi Hemeto (ADHA) memilih lebih konsen kampanye. Kendati, kubu ADHA menjadi pihak terkait dalam muswayarah sengketa Pilwako Gorontalo tersebut.

Pantauan Gorontalo Post, kamis (1/3), calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo ADHA-CBD (Adhan Dambea-Hardi Saleh Hemeto) tetap menggelar kampanye dialogis di sejumlah titik di Kota Gorontalo. Di antaranya di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi.

BACA  Mulai 1 Mei 2021, Pintu Masuk Gorontalo Dijaga KetatĀ 

Pada kesempatan tersebut, Adhan berjanji akan mengembalikan kejayaan Kota Gorontalo seperti masa kepemimpinannya.Usai menggelar kampanye dialogis, , Adhan melakukan blusukan, bertemu dan berdialog dengan warga.

Dimintai tanggapannya terkait putusan Panwaslu, Adhan optimis, Panwaslu Kota Gorontalo akan melahirkan putusan yang benar-benar adil dan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku. “Putusan nanti adalah hak panwas. Saya dan siapapun tidak bisa mengintervensi Panwaslu Kota Gorontalo.

Hanya saya yakin dan berharap Panwaslu tetap mengacu pada aturan serta fakta-fakta yang terungkap saat persidangan,” ucapnya menekankan. Mantan Wali Kota Gorontalo ini menambahkan, sejauh ini ia dan tim kampanye ADHA-CBD tetap konsen menggelar kampanye, dan tidak terlalu memikirkan soal hasil sidang nanti.

BACA  Korban Kebakaran di Tamalate Dapat Bantuan dari Gubernur Gorontalo

Karena menurut Adhan, integritas Panwaslu Kota Gorontalo sebagai lembaga pengawas pemilu di Kota Gorontalo sejauh ini terjaga dengan baik.”Panwaslu sudah bisa menilai sendiri saat sidang kemarin, misalnya mengenai ijazah yang dipersoalkan oleh tim MATAHARI, dalam sidang sangat jelas.

Aroman Bobihoe sebagai salah satu yang menggugat saya, dalam kesaksiannya justru menegaskan bahwa ijazah milik saya sah secara hukum, jadi tidak ada celah menurut saya bagi Panwaslu mengabulkan permohonan dari Pemohon (Paslon MATAHARI,red),” tutur Adhan Dambea.

BACA  Gubernur Gorontalo Beri Pengecualian Penyekatan Bagi Warga Lokal Lintas Daerah

Sebaliknya Adhan menyoroti pemasangan baliho paslon MATAHARI yang sampai saat ini masih terpasang di sejumlah titik di Kota Gorontalo. Karena menurutnya, paslon yang diusung oleh partai Golkar, Demokrat dan PBB itu, sudah jelas-jelas dicoret KPU dan tidak lagi berstatus calon walikota dan wakil walikota Gorontalo.(tr-45/hg)


Komentar