Sabtu, 27 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Adha Sebut SK Paslon Matahari Cacat

Oleh Aslan , dalam Gorontalo , pada Jumat, 23 Februari 2018 | 09:34 AM Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Setelah tiga hari saling beradu bukti. Para pihak yang bertikai pada sengketa Pilwako akhirnya menyampaikan kesimpulan masing-masing. Kubu Adhan Dambea-Hardi Hemeto (ADHA) menyatakan dokumen perbaikan syarat calon Ryan F.Kono tak sesuai ketentuan.

Begitu pula waktu penyampaian berkas perbaikan tersebut juga melanggar jadwal. Karena itu kubu ADHA menyebutkan bila Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan pasangan MATAHARI sebagai peserta pilwako cacat.

Sebaliknya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo tak mau disalahkan begitu saja. Lembaga penyelenggara Pemilu itu menegaskan bila seluruh rangkaian pencalonan mulai dari pendaftaran hingga penetapan pasangan calon telah sesuai prosedur dan tahapan. Sehinga KPU Kota Gorontalo menyatakan bila SK penetapan paslon peserta Pilwako sudah sesuai aturan.

Tak mau kalah, kubu MATAHARI tak kalah sengit menyampaikan pembelaan. Pasangan incumbent ini memastikan bila dokumen syarat calon Ryan F. Kono sudah mengacu pada peraturan perundang-undangan. Baik Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilu maupun PKPU nomor 3/2017 tentang Pilkada Gubernur, Bupati/Walikota.

Begitu pula pemasukan dokumen disampaikan bila kubu MATAHARI hanya menyerahkan dokumen perbaikan pada tanggal 19 Januari yang kemudian dibuatkan berita acara pada 20 Januari. Sedangkan tudingan pemasukan bekas perbaikan pada 26 Januari itu dinyatakan tak benar. Kesimpulan masing-masing pihak ini disampaikan pada musyawarah sengketa Pilwako, Kamis (22/2).

Ketua tim kuasa hukum ADHA-CBD (Adhan Dambea-Charles Budi Doku), Bahtin Tomayahu, SH mengungkapkan, permohonan pemohon setelah sidang sebelumnya seluruh dalil terutama tentang adanya pelanggaran jadwal tahapan, terbukti bahwa KPU telah menerima berkas dari paslon Ryan F Kono melebihi batas waktu perbaikan. Tak hanya itu, kesalahan kedua juga adalah, ijazah Ryan F Kono dinilai bermasalah karena hanya dilegalisir oleh pihak Kedutaan Australia.

“Yang berikut adalah sekolah tempat Ryan Kono yang kemudian disetarakan di kementerian, bukan RMIT tapi RMUT sementara RMUT sendiri terbukti tidak ada di Australia,” ujar Bahtin yang didampingi sejumlah pengacara yang termasuk dalam tim kuasa hukum ADHA-CBD seperti, Dr Duke Arie, Yakop Mahmud, Ryo Pala, dan Ardi Wiranata.

Sehingga menurut Bahtin, pelanggaran KPU dinilai sudah sangat jelas dan penetapan KPU harus dibatalkan karena tidak memenuhi syarat. Tak heran kemudian menurut Bahtin, pihaknya sangat meyakini akan memenangkan gugatan karena kesalahan sudah sangat jelas.

“Jadi kpu harus melaksanakan dulu putusan sidang, nanti hasil putusan itu yang akan menjadi objek perkara untuk pasangan Matahari maju di PTTUN,” tandasnya.
Sementara itu Tim MATAHARI mengklaim ijazah Ryan Kono yang dilegalisir oleh Kedutaan Besar Australia sah secara hukum. Tak hanya itu, dalam salah satu poinnya, Tim MATAHARI kembali menegaskan bahwa tidak ada penyerahan berkas oleh kliennya pada tanggal 26 januari 2018.

“Penyerahan berkas dokumen pada tanggal 26 januari adalah tidak benar dan pihak pemohon hanya mengada-ada,” tulis Tim MATAHARI yang ditanda tangani oleh dua kuasa hukum Tim MATAHARI, Spandi Pakaya, SH, MH dan Muhammad Ronal Taliki, SH.

Tak hanya itu, saat dikonfirmasi terpisah, dua kuasa hukum MATAHARI, Aroman Bobihoe dan Spandi Pakaya dengan gamblang menegaskan, pihaknya yakin mampu memenangkan sidang gugatan.

Terpisah Penasehat Hukum KPU Kota Gorontalo Salahudin Pakaya,SH mengatakan, pihaknya tetap optimis apa yang dilaksanakan telah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Semuanya sudah sesuai prosedur,” ujar Salahudin. Ia menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada majelis sidang sengketa untuk menentukan putusan nanti.

Sejalan hal itu, pihaknya berharap majelis musyawarah bisa mememerhatikan dan mempertimbagnkan bukti-bukti serta keterangan yang telah disampaikan pihaknya.(tr-45/san/hg)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar