Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Adhan Dambea Kini Tak Muda Lagi

Oleh Berita Hargo , dalam Persepsi , pada Senin, 28 Desember 2020 | 11:05 WITA Tag: ,
  H. Adhan Dambea S.Sos, S.H, M.H. (Foto: Facebook/adhan.dambea.505)


TULISAN Putra Nteseo, yang mengaku fans berat Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Adhan Dambea beredar di whatsapp. Tulisan itu sebenarnya ditulis bertepatan dengan Hari Buruh 1 Mei 2018. Namun sekarang tulisan tersebut kembali beredar. Putra Nteseo menuliskan isi hatiya seperti ini :

Saya mengenal dekat sosok seorang H. Adhan Dambea S.Sos, S.H, M.H ketika beliau berkunjung ke Jakarta beberapa saat yang lalu. Tidak butuh waktu lama untuk membaca sosok politisi senior Gorontalo ini. Beliau humble terhadap siapapun, dan cepat mengakrabkan diri. Kepada yang muda ataupun tua, gayanya selalu sama. Santun dan penuh celoteh-celoteh jenaka. Pun dengan gaya komunikasinya. Sangat mudah dipahami dan penuh kharisma.

Bertolak belakang dengan penilaian orang-orang yang katanya “ti pak AD itu pang marah,” atau “tako saya mo bacirita dgn ti pak AD kurang kage dia mo marah kamari,” atau “beken tako ti pak AD pe muka eyy.” Hehehe..

Selama kurang lebih seminggu, saya selalu bertemu menjenguk beliau. Saya pikir, nantinya juga saya akan cepat dilupakan. Yaaaah seperti kebanyakan politisi-politisi yang saya kenal lah. Beberapa kali bertemu, akrab, pas ketemu lagi ditanyain siapa saya. Hehehe, hal yang lumrah karena seperti kata pepatah “apalah arti setitik debu dalam lautan gurun pasir ini.”

Seiring waktu, beliau kembali ke Gorontalo, beberapa bulan kemudian saya mencoba silaturahmi ke tempatnya. Saya pikir beliau akan lupa, atau berpura pura sok kenal untuk menutupi lupa seperti kebanyakan politisi-politisi lainnya. Maklum, orang seperti beliau setiap hari bertemu dan melayani ribuan masyarakat yang kadang hanya ingin berfoto, atau hanya ingin sekedar bercengkrama santai dengan nya. Jadi maklum jika beliau lupa.

BACA  Ini Reaksi Keluarga Habibie-Sidiki Usai Menyimak Pernyataan Adhan Dambea

Dan ternyata, beliau tidak pernah lupa !!!!.

Pak AD (begitu sapaan beliau) masih sangat mengingat betul setiap orang yang dekat dgn beliau. Nama, tempat tinggal, bahkan keluarga orang2 yg dekat dgn beliau diingatnya dengan sangat jelas. Hal itupun terjadi pada saya. Dengan senyum yang hangat beliau memeluk, menggandeng dan menanyakan kapan saya tiba, datang kerumahnya dgn siapa, dan bagaimana kabar keluarga saya.

Hal itu saya lihat seperti bukan sekedar basa basi. Karena memang dalam ilmu psikologi spontanitas dalam sikap tidak bisa dimanipulasi (saya bukan seorang psikolog ya, tapi beruntung saja pernah pacaran saja sama Dokter Psikolog makanya ngerti lah dikit-dikit hahaha)

Dimulai dari hal yang kecil seperti itulah, akhirnya saya tidak perlu waktu yang lama untuk berikrar mencintai sosok ini tanpa penuh keraguan. Dan benar saja, mendengarkan cerita beberapa orang yang menjadi bagian perjalanan hidup politisi senior Gorontalo ini lebih membuat saya mengagumi sosok pak AD.

Mulai dari beliau menjabat Ketua DPRD, Walikota, hingga sudah tak menjabat pun gaya nya sama. Tidak ada yang berubah sedikitpun. Berkuasan ataupun tidak, ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak pernah tau. Pak AD juga selalu saja membela sahabat2nya tanpa mundur sejengkal pun. Bukan sekedar bualan, solidaritas beliau sudah teruji. Sosok pak AD pun mengingatkan pelajaran penting dari kehidupan keras jalanan. When u gift a respect, then u get more respect.

Dan apakah Pak AD tidak punya kekurangan?,” pertanyaan itu muncul di benak kita semua.

BACA  Tantangan Kapolri Baru untuk Jaga Stabilitas Keamanan

Ya Pak AD punya kekurangan sama seperti manusia lainnya. Kekurangan beliau pertama adalah BELIAU TIDAK PERDULI. Yaa, beliau tidak peduli dengan kesehatan beliau sekalipun. Untuk urusan melayani rakyat, tidak boleh ada waktu libur. Tidak boleh ada kata kurang. Beliau menuntut semuanya harus perfect dalam urusan melayani konstituennya.

Kekurangan yang kedua, BELIAU TERKADANG LUPA. Yaaa, beliau selalu lupa terhadap kebaikan-kebaikannya kepada orang lain. Ada banyak bukti di masyarakat, silahkan di cek sendiri.

Kekurangan yang ketiga, BELIAU SELALU MARAH BESAR. Yaaa, beliau akan marah besar jika ada oknum-oknum yang mengatasnamakan keluarga ataupun sahabat-sahabatnya yang mencoba ikut campur dalam urusan pemerintahan ataupun proyek-proyek pemerintahan, ataupun merusak tatanan syariah yang sudah beliau rintis dengan susah payah.

Sekarang, umur Pak AD sudah tidak muda lagi. Terlihat jelas beliau lebih dewasa dan bijak menanggapi suatu permasalahan. Dan semangat beliau untuk mensejahterakan rakyat yang dicintainya semakin hari malah semakin besar.

Saya pun pernah nyeletuk di rumah beliau saat itu “ti pak ini so tidak muda lagi, so harus banyak istirahat pak.” “Eits, tidak boleh ada kata berhenti untuk melayani masyarakat saya,” demikian kata beliau sembari memotong pembicaraan saya.

BACA  Mulyadi, HMI, dan Sriwijaya Air SJ 182

Aaaaaah, Pak Adhan Dambea.

Maafkan jika saya menulis profilmu dengan penuh emosi bercampur haru. Maafkan saya telah menyebutkan kebaikan-kebaikanmu, karena jika bukan saya tdk mungkin engkau akan bercerita sendiri. Terima kasih telah menjadi guru politik yang luar biasa terhadap kami anak-anak muda. Terima kasih telah mengajarkan bagaimana arti seorang sahabat yang benar-benar menyayangi dengan tulus dan ikhlas kepada sahabat lainnya. Terima kasih untuk kehangatan yang selalu berikan kepada pendukung setia. Terima kasih untuk penjelasan ilmu “Don’t judge a book by it’s cover.” Terima kasih sudah menjadi ayah untuk semua orang yang membutuhkan. Terima kasih.

Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan & melindungimu dari fitnah dunia. Senantiasa sehat pak..

Regards

Rian Wahyudi Putra Nteseo
Salah satu FANS BERAT Adhan Dambea

(Catatan ditulis di Jakarta, ditengah tengah demonstrasi MayDay Hari Buruh 2018. Anda boleh tidak percaya dengan tulisan saya, dan anda pun boleh membuktikan sendiri bagaimana kebenaran penilaian tulisan ini. Yang terpenting adalah catatan ini bukan “koprol” karna saya bukan bawahan beliau. Saya bukan tim kampanye beliau, saya bukan siapapun. Saya hanyalah anak muda yang mengagumi sosok Pak AD, namun berani mengatakan yang haq itu haq, dan yang bathil akan selalu bathil).

Komentar