Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Agar Tak Balik ke Lapas, Eks Napi Perlu Diberdayakan

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Metropolis , pada Sabtu, 21 Juli 2018 | 14:00 WITA Tag: ,
  


Haargo.co.id, GORONTALO – Salah satu alasan kenapa mantan Narapidana kembali lagi ke berbuat criminal, karena keahlian yang didapat selama di dalam Lembaga Pemasyarakat (Lapas) tak diberdayakan.

Olehnya, Kepala Lapas Pohuwato, Rusdedy, A,md.IP, SH, M.Si berharap agar kiranya pemerintah dan instansi terkait dalam hal ini Dinas Sosial bisa memfasilitasi eks narapidana agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.

BACA  Harga Ayam Kampung di Kota Gorontalo Tembus Rp 100 Ribu per Ekor

“Sia-sia pembinaan yang kami berikan di Lapas bila setelah bebas tidak diberikan bimbingan. Ketika keahlian yang mereka dapat di Lapas justru tak diberdayakan, maka akan kembali ke masalah semula yakni bertindak kriminal,” jelasnya.

Dijelaskan bahwa pada Dinas Sosial ada program untuk pemberdayaan masyarakat. Agar mantan Narapidana (Napi) tak mengulangi lagi kasus yang pernah diperbuatnya, atau terjebak dengan kasus lainnya, maka lewat program pemerintah, eks Napi perlu diberdayakan.

BACA  Memaknai Fungsi Perjalanan Dinas, Pelatihan Aplikasi SIM-PD Digelar 

Seperti diberitakan sebelumnya, AS alias Uto ditangkap oleh Sat Narkoba Polres Pohuwato karena kedapatan tengah mengedar sabu. Yang bersangkutan sendiri merupakan mantan Napi dengan kasus yang sama.

BACA: Kembali Jual Sabu, Mantan Napi Narkoba Diringkus Petugas

Keterangan yang diberika oleh Uto, selama berada di Lapas, tak pernah sedikit pun berani memikirkan barang haram tersebut, apalagi mempergunakannya.

BACA  Berkunjung ke Gorontalo, Jusuf Kalla Disambut Gubernur Gorontalo

Hanya saja, ketika berada di luar Lapas, dirinya tidak tahu harus bekerja apa. Oleh karena itu, dirinya kemudian kembali terfikirkan barang haram tersebut. “Saya menyesal. Saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi,” ungkapnya sambil menangis. (kif/hg)


Komentar