Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Agen Investasi Get-get, Tergiur Bonus Perhiasan Emas hingga Sepeda Motor

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 3 Agustus 2016 | 14:01 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Sidang lanjutan atas kasus dugaan penipuan yang dilakukan Rosdiana Bone alian Dian Bone terhadap ratusan member Investasi Bodong (get-get), kembali digelar di Pengadilan Negeri Kota Gorontalo Selasa (02/08) kemarin.

Sidang yang digelar pukul 12.00 Wita itu merupakan sidang yang ke tiga dengan agenda pemeriksaan saksi. Dalam sidang kali ini terdapat lima saksi yang dihadirkan, masing-masing Febriani Olivia Kuhe, Rini Mutiara, Riri Dedullah, Neviyanti Rahim, serta Indriyanti Adam.

Satu per satu para saksi ini dimintai keterangan oleh Majelis hakin yang diketuai Erwan,SH. seputar investasi yang dikelola oleh Dian Bone. Dan berdasarkan keterangan para saksi terungkap bahwa mereka rata-rata tergiur dengan keuntungan yang didapat dari bisnis tersebut, terlebih Dian Bone menjanjikan bonus berupa kenderaan bermotor dan perhiasan emas atas keikutsertaan dalam bisnis tersebut.

BACA  Main Judi dan Sewa PSK Pakai Dana BLT Covid-19, Kades Dibui 8 Tahun

Seperti halnya pengakuan Febriani bahwa ia pernah menerima sepeda motor dan perhiasan emas dari Dian Bone karena berhasil mengmbangkan bisnis investasi get-get. Hal senada juga disampaikan Rini Mutiara. Ia mendapatkan bonus berupa sepeda motor Yamaha Mio. Sepeda motor itu diberikan Dian Bone atas keikusertaannya mengembangkan investasi get-get.

BACA  Jelang Tradisi Tumbilotohe, Penjual Lampu Botol Mulai Ramai

Di sisi lain, menyangkut keberadaan uang nasabah, para saksi mengaku telah menyerahkan buku tabungan beserta kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kepada penyidik pada saat proses penyidikan.

“ATM dan buku rekening sudah saya kasih ke penyidik. Saat itu saldonya ada Rp 16 juta,” ungkap Febriani.
Begitu pula Rini Mutiara. “Saldo saat itu sebesar Rp 2 juta,” kata Rini.

BACA  Polres Bone Bolango Tindak Tegas Pelaku Balap Liar

Suasana sidang sempat agak gaduh ketika Indriyanti Adam memberikan keterangan. Ia mengaku ATM dan buku rekening yang ada padanya telah disita penyidik. “Uang yang ada di dalamnya Rp 142,200 juta,” kata Indriyanti.

Ketua hakim kemudian menutup agenda sidang kasus get-get yang melibatkan dan akan melajutkan Selasa depan dengan menhadirkan saksi-saksi yang lain dan berprofesi sebagai Agen.(tr-51/hargo)


Komentar